Mengintip Melejitnya Penjualan Seragam di Cicalengka Bandung

Yuga Hassani - detikJabar
Minggu, 17 Jul 2022 19:30 WIB
Aktivitas penjualan seragam di salah satu toko di Cicalengka Bandung.
Aktivitas penjualan seragam di salah satu toko di Cicalengka Bandung. (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Jelang tahun ajaran baru 2022/2023, penjualan seragam tingkat SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Bandung meningkat tajam. Bahkan peningkatan tersebut bisa sampai 100 persen lebih.

Pemilik Toko Seragam Sekolah Chichi-Chacha, Pasar Sehat Cicalengka, Yogaswara (39) mengatakan kenaikan penjualan telah terjadi sejak pekan lalu. Bahkan hingga kini pun masih dibanjiri para pembeli seragam.

"Alhamdulillah kalau saya peningkatan udah dari seminggu yang lalu. Sekarang aja nggak ketahan yang belinya. Hari ini aja kayanya ada sekitar 500 stel lebih yang udah kejual," ujar Yoga saat ditemui detikJabar, Minggu (17/7/2022).


Pihaknya mengaku saat ini malah kekurangan stok barang. Menurutnya hal tersebut dikarenakan beberapa seragamnya masih dijahit.

"Justru sekarang pas mau jelang masuk sekolah, kita malah kekurangan barang. Jadi permintaan dengan stok barang tidak berimbang. Jadi justru minggu ini mah udah nggak ada barang. Soalnya di penjahitnya ada yang belum dibikin," katanya.

Yoga menjelaskan harga seragam sekolah saat ini bervariatif. Menurutnya disesuaikan dengan bahan dan ukuran dari seragam tersebut.

Aktivitas penjualan seragam di salah satu toko di Cicalengka Bandung.Aktivitas penjualan seragam di salah satu toko di Cicalengka Bandung. Foto: Yuga Hassani/detikJabar

"Harga seragam relatif, tergantung ukuran, tergantung bahan, tergantung jahitan. Seragam SD satu stel sekarang kan mayoritas pakai panjang, jadi kalau untuk harga pemakai yang kualitas bagus di mulai dari harga Rp110 ribu. Kalau yang kualitas biasa, itu di bawah harga Rp100 ribu, ada yang Rp75 ribu satu stel, ada yang Rp80 ribu," ucapnya.

"Kalau seragam SMP harga dimulai Rp140 ribu per stel. Harga itu yang kualitas bagus. Kalau yang SMA harga Rp150 ribu," tambahnya.

Sementara itu, warga Nagreg Imas Sumiati (43) menjelaskan saat ini sengaja membelikan anaknya seragam baru. Sebab seragam yang sebelumnya sudah tidak layak dipakai.

"Sekarang ini sengaja beli seragam baru buat anak. Seragam kemarin udah agak kotor, dan sobek-sobek dikit," kata Imas.

Apalagi anaknya saat dibagi rapor memiliki ranking yang baik. Sehingga dirinya bersama sang suami memberikan hadiah seragam baru.

"Ini juga hadiah. Kemarin anak saya ranking tiga, yaudah sekalian aja kasih seragam baru. Biar lebih semangat belajarnya," pungkasnya.

(ors/ors)