Cerita dan Trik Sukses Membangun Bisnis Kuliner di Bandung

Wisma Putra - detikJabar
Jumat, 08 Jul 2022 19:00 WIB
Uncle Smoke House Prostreet
Co Founder Uncle Smoke House Prostreet Arief Danar. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Bicara soal kafe dan resto, Kota Bandung memang gudangnya. Dalam situasi pandemi COVID-19, banyak kafe dan resto bertumbangan. Meski demikian, ada juga kafe dan resto baru bermunculan, salah satunya Uncle Smoke House Prostreet di Jalan Setiabudi, Kota Bandung.

DetikJabar berkesempatan mewawancarai Co Founder Uncle Smoke House Prostreet Arief Danar tentang kiat membangun cafe dalam situasi pandemi dan perekonomian yang belum normal.

Arief mengatakan, sebelum membuka Uncle Smoke House Prostreet, ia sempat membuka Prostreet Cafe di kawasan Antapani. Karena sudah berpengalaman, Arief dapat mempertahankan usaha kulinernya meski pandemi COVID-19 masih terjadi.


"Ini pengembangan dari tempat sebelumnya. Sebelumnya saya membuat kafe di Antapani, tapi ini lebih besar dan makanannya lebih lengkap," kata Arief.

Uncle Smoke House ProstreetUncle Smoke House Prostreet Foto: Wisma Putra/detikJabar

Saat disinggung mengapa produk daging yang dipilih, karena pelanggan kafenya merupakan member-member komuntas otomotif, Arief mengungkapkan burger, steak dan makanan sejenisnya dipilih karena proses memasaknya lebih simpel.

"Menu kita cocokin sama otomotif culture yang simple, ditambah softdrink, minuman kopi dan makanan burger, sama nasi sei sapi dan chicken strip. Lihat kultur anak-anak motornya, makan apa, minum apa," ungkapnya.

Menariknya, sebelum membuat kafe, Arief sudah memiliki banyak pelanggan dan calon pelanggan yang berasal dari member-member komunitas otomotif.

"Kita bukan basic bikin restoran, tapi turunan sendiri, ketika ngomongin smoke house dan daging-dagingan di Bandung sudah banyak. Betul (pelanggan sudah ada), orangnya itu sudah ada (member) dan jelas," ujarnya.

Uncle Smoke House ProstreetUncle Smoke House Prostreet Foto: Wisma Putra/detikJabar

Namun ia tak berpuas diri. Ia ingin makin mengembangkan usahanya. Salah satu tantangan bagi Arief adalah menyasar pelanggan yang berasal dari kalangan umum atau general.

"Riset kita kedepan gimana caranya anggapan 70 persen anak otomotif dan 30 persennya general, saya pengen nantinya 50:50," ujar Arief.

Pesan penting membangun bisnis. Simak di halaman selanjutnya.