Gelombang Tinggi yang Hadirkan Nestapa di Pantai Batukaras

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Senin, 04 Jul 2022 11:44 WIB
Nelayan di Pantai Batukaras. (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar)
Pangandaran -

Cerita nestapa datang dari Pantai Batukaras, Kabupaten Pangandaran. Nelayan kesulitan mendapatkan ikan di tengah gelombang tinggi dan cuaca yang tak menentu.

Sudah berbulan-bulan nelayan di Pantai Batukaras, Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran kehilangan pendapatan dari hasil laut. Kondisi ini bahkan sudah terjadi sejak akhir 2021.

Akibatnya banyak nelayan tak melaut. Mereka memilih menghentikan sementara aktivitas menangkap ikan ke tengah laut. Dampak lainnya, pelelangan ikan kosong karena tak ada hasil tangkapan dari laut.

"Sebelum gelombang tinggi seperti baru-baru ini, sebagian nelayan sudah ada yang berhenti melaut. Karena paceklik tahun ini waktunya tak menentu," kata Yadi (25) pengurus Pelelangan Ikan Batukaras, kepada detikJabar, Senin (4/7/2022).

Situasi itu jelas jauh dari harapan. Para nelayan pun memutuskan banyak yang berhenti melaut. Sebab, meski memaksakan, hasil tangkapan tak seberapa.

"Sagala hese nu kalaut nage jarang. Kadang aya, kadang kosong. Ngan seringnamah kosong (segala susah, yang melaut juga jarang. Kadang ada, kadang kosong. Cuma seringnya kosong)," ucap Yadi.

Hal itu berdampak krusial bagi Yadi yang mengandalkan pendapatan dari pelelangan ikan. Ia pun harus memutar otak demi tetap mendapatkan pemasukan. Ia beralih sementara jadi penunggu gerbang objek wisata Pantai Batukaras.

"Sekarang lagi libur panjang sekolah, ikut jadi operator gateway. Ya lumayan buat nambah-nambah uang jajan," kata Yadi.

Selain itu, Yadi memanfaatkan toilet di pelelangan ikan untuk disewakan kepada wisatawan. Dari sini pemasukannya cukup lumayan baginya.

"Lumayan ada beberapa WC di pelelangan ditarif untuk wisatawan. Untuk buang air kecil dan besar Rp2.000 dan untuk mandi Rp 5.000," kata Yadi.

Cerita lainnya datang dari Sulaeman (45), salah seorang nelayan. Pria yang akrab disapa Sule ini memilih mengalihkan perburuannya.




(ors/ors)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork