Beli Migor Curah Pakai PeduliLindungi, Pedagang di Bandung: Ribet

Beli Migor Curah Pakai PeduliLindungi, Pedagang di Bandung: Ribet

Wisma Putra - detikJabar
Senin, 27 Jun 2022 16:58 WIB
Ilustrasi Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi
Foto: Ilustrasi Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi (Luthfy Syahban/detikcom)
Bandung -

Pemerintah wajibkan pembeli Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) menggunakan aplikasi Pedulilindungi. Sosialisasi tersebut, mulai dilakukan hari ini, Senin (27/6/2022).

detikJabar mencoba mendatangi Pasar Kosambi untuk melihat penerapan aturan tersebut. Namun tidak ditemukan kios sembako yang menjual MGCR yang memasang barcode PeduliLindungi.

Namun di salah satu kios sembako milik Edi (49), pembeli MGCR diwajibkan membawa KTP. Nantinya, setiap warga yang membeli minyak akan discan KTP nya menggunakan aplikasi Gurih Pasar Curah yang terinstal di telepon genggam milik Edi.


"PeduliLindungi belum, kalau di sini NIK aja, discan pakai aplikasi ini, scan aplikasi Gurih Pasar Curah," kata Edi kepada detikJabar, Senin (27/6/2022).

Edi mengungkapkan jika pembeli MGCR diwajibkan menscan aplikasi Pedulilindungi, tidak akan efektif. Pasalnya banyak pembeli MGCR di kiosnya tidak membawa ponsel.

"Lebih ribet, enggak mungkin ibu-ibu bawa HP," ungkap Edi.

Dia juga mengungkapkan masih ada pembeli yang tidak membawa KTP. Meski demikian, Edi menyebut kembali lagi ke pembelinya. "Tapi tergantung orangnya ya, jadi saya pakai NIK aja," tuturnya.

Di kios milik Edi, MGCR sudah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Per liter dijual Rp 14 ribu. Warga juga bisa bisa membeli hingga hingga 10 liter MGCR.

"Bisa, tetap dilayani (beli 10 liter), tapi jarang beli yang segitu, kalau pedagang kecil paling banyak beli 5 liter," ucapnya.

Sama dengan Edi, salah satu warga Erick (25) sebut jika beli MGCR pakai aplikasi Pedulilindungi ribet. "Ribet banget, inikan bukan beli di mal, saya aja yang ngerti aplikasi ribet, apalagi orang yang udah tua, bakal bawa HP gitu?" ujar Erick.

(wip/mso)