Warga Bandung sebaiknya menyiapkan jas hujan saat hendak bepergian menggunakan sepeda motor. Setelah kemarau panjang, akhirnya hujan turun merata di wilayah Bandung Raya, seperti di Kota Bandung yang sudah beberapa hari terakhir diguyur hujan.
Prakirawan Cuaca Stasiun Geofisika BMKG Bandung Iid Mujtahidin mengatakan hujan yang turun di wilayah Bandung Raya dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh beberapa faktor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suhu permukaan laut di sekitar Perairan Jawa barat cenderung hangat, sehingga ada potensi pertumbuhan awan," katanya saat dikonfirmasi awak media, Kamis (29/10/2026).
Selain itu, hujan juga dipengaruhi oleh kelembapan udara pada ketinggian 700-500 milibar yang cukup lembap, yakni berkisar 70-90 persen. Selain Bandung Raya, hujan juga dilaporkan terjadi di beberapa daerah lain di wilayah Jawa Barat.
"Terpantau adanya pertemuan dan belokan angin di sebagian wilayah Jawa Barat, sehingga meningkatkan potensi pembentukan awan konvektif di wilayah Jawa Barat," ujarnya.
Meski belum memasuki musim hujan, Iid menyebut hujan juga berpotensi turun dalam sepekan ke depan hingga awal November mendatang.
"Labilitas atmosfer bervariasi pada kategori ringan hingga kuat yang mengindikasikan potensi terbentuknya awan konvektif pada skala lokal. Ini beberapa faktor yang menyebabkan ada potensi hujan tanggal 31 Oktober hingga tanggal 3 November," pungkasnya.
BMKG merekomendasikan masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. Cuaca ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun siaga, mengenali risiko di lingkungan sekitar, serta selalu memperbarui informasi cuaca. Selain itu, warga diminta mengikuti arahan serta protokol evakuasi dari pemerintah daerah apabila terjadi bencana.
Masyarakat juga diimbau untuk lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, khususnya perjalanan darat, laut, dan udara, dengan memantau informasi cuaca terkini dari kanal dan media sosial resmi BMKG.
(wip/sud)
