Kualitas Udara Bandung Hari Ini Tidak Sehat, Warga: Sumpek!

Kualitas Udara Bandung Hari Ini Tidak Sehat, Warga: Sumpek!

Wisma Putra - detikJabar
Kamis, 29 Okt 2026 13:51 WIB
Suasana lalu lintas di Jalan Anggrek, Kota Bandung.
Suasana lalu lintas di Jalan Anggrek, Kota Bandung. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Kualitas udara di wilayah Kota Bandung berada pada indikator tidak sehat. Hal tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh warga Kota Bandung dan sekitarnya.

Dari pantauan website resmi DLH Kota Bandung melalui Laman Pemantauan Kualitas Kota Bandung, per Kamis (29/10/2026) pukul 13.00 WIB, kualitas udara menunjukkan angka 181 atau indikator berwarna oranye yang berarti tidak sehat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagaimana diketahui, indeks kualitas udara dikategorikan tidak sehat pada rentang 101-200. Sementara itu, tingkat polusi yang mencapai angka 201-300 menandakan indikator berwarna merah, yang berarti kualitas udara berada dalam kategori sangat tidak sehat.

Berdasarkan keterangan dari situs tersebut, kualitas udara yang tidak sehat disebabkan oleh peningkatan polusi akibat kemacetan, aktivitas industri, dan pembakaran sampah.

ADVERTISEMENT

Rekomendasi yang perlu dilakukan masyarakat, khususnya penderita asma dan penyakit jantung, adalah menghindari aktivitas di luar ruangan, tetap berada di dalam ruangan, dan ikuti petunjuk medis bila gejala muncul.

Untuk warga Kota Bandung, kurangi aktivitas di luar ruangan, gunakan masker bila harus keluar rumah, dan tutup jendela serta pintu untuk mengurangi masuknya udara luar.

Kualitas Udara Kota Bandung Dikeluhkan Warga

Salah satu warga, Dian mengatakan, akhir-akhir ini kualitas udara di Kota Bandung cukup buruk. Hal itu terasa saat berkendara di jalanan Kota Bandung.

"Gak enak udaranya, harus pakai masker biar tetap aman," katanya kepada detikJabar dijumpai di Jalan Anggrek.

Menurut Dian, dia harus menggunakan masker double demi kesehatan. "Saya sampai pakai masker dua, khawatir sakit lagi, soalnya dua minggu lalu sempat batuk dan flu, ini tuh baru sembuh," ujarnya.

Hal serupa juga dikeluhkan oleh Nuri. Nuri menyebut saat berkendara, udara Kota Bandung tidak enak dihirup, apalagi di siang hari.

"Kalau pagi lumayan segar lah, kalau siang duh sumpek banget, semua orang juga rasakan. Apalagi kalau lewat Jalan Soekarno Hatta yang mau ke Cimahi tuh, atau sekitaran Kopo, berdebu juga duh," terang Nuri.

Nuri berharap ada langkah strategis yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan udara di Kota Bandung.

"Harus ada langkah-langkah strategis dan antisipatif yang dilakukan pemerintah. Kalau tidak ada tindakan, kesehatan warga terancam," pungkasnya.

(wip/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads