ITB Gelar TKT Oktober 2026, Terbuka untuk Umum

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Senin, 26 Okt 2026 14:02 WIB
Titian Karier Terpadu (TKT) 2026 di ITB. (Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar)
Bandung -

Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Titian Karier Terpadu (TKT) Oktober 2026 di Aula Barat dan Aula Timur Kampus ITB, Kota Bandung, Senin (26/10/2026). Bursa kerja ini berlangsung selama dua hari hingga Selasa (27/10/2026) dengan melibatkan 47 perusahaan dari berbagai sektor industri.

Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum, tak hanya mahasiswa ataupun alumni ITB. Ketua Panitia TKT ITB Oktober 2026, Ardiyan Harimawan mengatakan, perusahaan yang terlibat berasal dari beragam sektor yang tidak terbatas pada bidang teknik.

"Ada FMCG (Fast-Moving Consumer Goods), ada dari bidang teknologi, perbankan, teknik sipil dan lingkungan, macam-macam. Pesertanya tidak khusus untuk mahasiswa ITB ataupun alumni, kita terbuka untuk umum," ungkap Ardiyan saat ditemui di Kampus ITB, Senin (26/10/2026).

Berbeda dari penyelenggaraan TKT tahun sebelumnya, ia mengatakan, kali ini pihaknya turut menghadirkan tenant UMKM serta startup yang dirintis alumni.

"Sejak April tahun ini kami menambah ada tenant UMKM dan start-up milik alumni, tapi memang mereka tidak membuka rekrutmen, hanya untuk melakukan pengelanan usahanya seperti apa," jelasnya.

Ia menambahkan, TKT diselenggarakan dua kali dalam setahun, yakni pada April dan Oktober. Dari kedua penyelenggaraan tersebut, edisi Oktober biasanya memiliki jumlah tenant dan pengunjung lebih banyak.

Kondisi itu berkaitan dengan periode kelulusan dan wisuda mahasiswa ITB yang umumnya lebih ramai di akhir tahun. "Kalau dari pengalaman sebelumnya, di Oktober ini memang biasanya peserta maupun jumlah tenant-nya lebih tinggi, karena jumlah lulusan paling banyak di periode September-Oktober. Jadi kami harap antusiasmenya akan lebih banyak di bulan ini," paparnya.

Pihaknya menargetkan hingga 11 ribu pengunjung dalam dua hari penyelenggaraan TKT. Dari angka tersebut, Ardiyan memperkirakan tingkat serapan tenaga kerja dapat mencapai sekitar 20-30 persen dari peserta yang mengikuti rekrutmen.

"Untuk tahun ini targetnya minimal 5 ribu hingga 6 ribu peserta per hari. Untuk serapannya, ya kurang lebih mungkin sekitar 20-30 persen," tuturnya.

Lebih lanjut, Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, Rikrik Kusmara, mengatakan TKT menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk berinteraksi langsung dengan ITB sekaligus menjaring kandidat yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat mempertemukan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dengan talenta yang tersedia, baik dari kalangan mahasiswa dan alumni ITB maupun peserta umum.

"ITB membuka sekali kemungkinan perusahaan-perusahaan ini mendekat langsung kepada ITB sesuai subjektif masing-masing, mendekatkan pipeline kebutuhan industri dengan best talent yang kita miliki, baik dari ITB maupun peserta umum," kata Rikrik.

Ia menambahkan, ITB juga berupaya mengembangkan peluang kerja sama dengan industri melalui pembukaan kelas dan pelatihan. "Ke depan kita carikan peluang untuk buka kelas, pelatihan, sehingga penguatan SDM kita carikan alternatif yang lebih banyak," ujarnya.

Upaya Tekan Angka Pengangguran Jabar

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Barat pada Februari 2026 mencapai 6,64 persen. Angka tersebut menempatkan Jawa Barat di posisi ketiga sebagai provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia, di atas TPT nasional yang tercatat sebesar 4,68 persen.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, Kim Agung, menilai penyelenggaraan TKT ITB menjadi salah satu upaya untuk memperluas kesempatan kerja dan mendukung penurunan angka pengangguran di Jawa Barat.

"Ini adalah salah satu hal yang mendukung program pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja, membuka akses seluas-luasnya lowongan kerja dan juga kesempatan bagi perusahaan mendapatkan talent-talent terbaiknya untuk masuk ke industri sesuai dengan kompetensi," kata Kim Agung saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi dan perusahaan diperlukan untuk memperluas informasi kesempatan kerja kepada masyarakat.

Kim Agung mengatakan, berdasarkan data ketenagakerjaan yang dirujuknya, TPT Jawa Barat menunjukkan kecenderungan menurun. Namun, penurunannya masih terbatas karena jumlah penduduk dan angkatan kerja di Jawa Barat terus bertambah.

"Sebenarnya angkanya (TPT) cenderung menurun, walaupun penurunannya minimal, karena penduduk Jawa Barat terus meningkat, angkatan kerja terus naik," ujarnya.

Ia juga menyoroti jumlah pekerja informal yang lebih besar dibandingkan pekerja formal. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pendataan ketenagakerjaan karena pekerja informal tidak seluruhnya tercatat seperti pekerja formal.

"Jumlah masyarakat yang bekerja informal itu lebih banyak dari formal. Yang informal ini kan tidak semuanya terekam menjadi tenaga kerja ya, yang lebih mudah itu mungkin yang formal," katanya.

Oleh karenanya, ia mengatakan, upaya menurunkan TPT tidak cukup hanya dengan menyediakan lapangan kerja. Pemerintah juga perlu menyiapkan sumber daya manusia melalui pelatihan berbasis kompetensi maupun pelatihan.

Pada 2026, Disnakertrans Jabar menargetkan 1.420 peserta mengikuti pelatihan untuk mendukung kerja mandiri. Selain itu, sekitar 360 peserta ditargetkan mengikuti pelatihan berbasis kompetensi.

"Kami di Disnaker itu tahun 2026 ini menargetkan 1.420 untuk kerja mandiri, kami latih, kemudian 360-an untuk yang berbasis kompetensi karena waktunya panjang itu pelatihannya," jelasnya.

Selain memperluas kesempatan kerja, ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip inklusivitas dalam perekrutan tenaga kerja. Ia mendorong perusahaan di Jawa Barat memenuhi ketentuan kuota pekerja penyandang disabilitas sebesar 1 persen dari jumlah tenaga kerja.

"Dan kami terus mendorong agar perusahaan memenuhi itu, kami punya unit layanannya, kami lakukan sosialisasi dan juga tentunya memberikan dorongan kepada perusahaan-perusahaan untuk bisa merekrut juga dari saudara-saudara disabilitas," pungkasnya.




(iqk/iqk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork