SANY Gandeng ITB, Ada Peluang Magang, Kerja, hingga Belajar Teknologi di China

SANY Gandeng ITB, Ada Peluang Magang, Kerja, hingga Belajar Teknologi di China

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Sabtu, 29 Agu 2026 22:24 WIB
Kerjasama SANY Heavy Industry Indonesia dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Foto: Istimewa
Bandung -

PT SANY Heavy Industry Indonesia menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memperkuat pengembangan teknologi dan talenta Indonesia. Kolaborasi ini membuka sejumlah peluang bagi mahasiswa dan lulusan ITB, mulai dari magang, pengalaman kerja, hingga riset dan pengembangan teknologi.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara SANY dan ITB di fasilitas PT SANY Industry Machinery, Kawasan Industri Mitra Karawang, Jawa Barat, Senin (24/8/2026).

MoU ditandatangani Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D. dan Presiden Direktur PT SANY Heavy Industry Indonesia Mr. Li Dao.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada Peluang Magang dan Kerja bagi Mahasiswa ITB

Kolaborasi SANY dan ITB mencakup pengembangan talenta melalui program magang, work-integrated learning, kesempatan kerja bagi mahasiswa dan lulusan ITB, serta berbagai program peningkatan kompetensi.

Selain itu, kedua pihak membuka peluang penelitian bersama, pertukaran pengetahuan dan teknologi, serta pemanfaatan fasilitas penelitian.

ADVERTISEMENT

Kerja sama tersebut juga memberikan kesempatan bagi talenta ITB untuk mengenal lebih dekat dunia industri alat berat sekaligus perkembangan teknologi global.

Chairman of SANY Asia Pacific Mr. Zhang Song mengatakan pengembangan talenta lokal menjadi bagian penting dari pertumbuhan SANY di Indonesia.

"Saat ini, sekitar 91% tenaga kerja SANY di Karawang merupakan tenaga kerja lokal," kata Zhang.

Menurutnya, SANY ingin memberikan ruang lebih besar bagi talenta Indonesia untuk berkembang, bukan hanya bekerja di fasilitas produksi, tetapi juga menjadi tenaga profesional dan pemimpin di berbagai fungsi perusahaan.

Talenta ITB Berpeluang Belajar Teknologi di China

Kerja sama SANY dan ITB juga membuka peluang bagi mahasiswa, akademisi, dan peneliti untuk terhubung dengan pusat research and development (R&D) serta ekosistem SANY di Tiongkok.

Dengan demikian, kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga pengembangan riset dan transfer teknologi.

"Indonesia merupakan salah satu negara penting dalam jaringan global SANY. Kami melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar strategis, tetapi juga sebagai bagian penting dari pengembangan bisnis, teknologi, dan investasi SANY ke depan," ujar Zhang.

Deputy General Manager/Director Government Relations SANY Indonesia, Saanjay Shamdasani, mengatakan kolaborasi dengan ITB diharapkan dapat memperluas kesempatan talenta Indonesia mendapatkan pengalaman dan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri.

"Kolaborasi dengan ITB diharapkan memperluas kesempatan talenta Indonesia untuk memperoleh pengalaman dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus membuka peluang mengisi posisi strategis di masa depan," tuturnya.

ITB-SANY Dorong Riset dan Inovasi

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, delegasi ITB juga mengunjungi fasilitas produksi SANY di Karawang. Mereka melihat langsung proses manufaktur alat berat serta penerapan teknologi produksi di fasilitas tersebut.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB Prof. Lavi menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan SANY menjadi bagian dari upaya ITB memperluas jejaring kerja sama dengan industri dan mitra akademik di Tiongkok.

Kerja sama ini juga diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi Indonesia, perguruan tinggi Tiongkok, dan industri.

SANY Sudah Produksi di Karawang Sejak 2021

SANY Group merupakan salah satu produsen alat berat dan mesin konstruksi terbesar asal Tiongkok. Perusahaan mengembangkan teknologi untuk berbagai sektor, termasuk konstruksi, pertambangan, energi, dan manufaktur cerdas.

Di Indonesia, SANY mulai mengembangkan kegiatan manufaktur sejak 2021 melalui fasilitas produksi di Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat.

SANY juga mengembangkan Lighthouse Factory pertamanya di luar Tiongkok pada 2020 dengan menerapkan digitalisasi, otomatisasi, dan industrial internet dalam proses produksi.

Melalui kerja sama dengan ITB, SANY berharap hubungan dunia pendidikan dan industri semakin kuat. Kolaborasi ini sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, serta talenta profesional Indonesia untuk berkembang bersama ekosistem teknologi SANY.



(tya/tey)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads