Viral KDKMP di Atas Bukit Dikelilingi Sawah dan Hutan Bandung Barat

Viral KDKMP di Atas Bukit Dikelilingi Sawah dan Hutan Bandung Barat

Whisnu Pradana - detikJabar
Jumat, 23 Okt 2026 19:30 WIB
Tangkapan layar KDKMP di KBB berdiri di atas bukti dikeliling hutan
Tangkapan layar KDKMP di KBB berdiri di atas bukti dikeliling hutan (Foto: Istimewa)
Bandung Barat -

Lokasi pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) lagi-lagi menjadi sorotan. Setelah ada KDKMP yang dibangun di atas gunung batuan purba, kini ada yang berdiri di atas bukit.

KDKMP itu tepatnya ada di Desa Situwangi, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tak cuma ada di atas bukit, KDKMP itu juga dikelilingi oleh hamparan sawah dan kawasan hutan yang cukup jauh dari permukiman.

Keberadaan KDKMP di lokasi yang tak lazim itu viral di media sosial. Warganet mempertanyakan mengapa tempat yang semestinya mudah dijangkau masyarakat sebagai konsumen justru ada di tempat yang agak jauh dijangkau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Desa Situwangi, Uus Abdurohman, mengatakan pembangunan KDKMP di tengah bukit dengan dikelilingi sawah dan hutan itu mengikuti syarat dari pemerintah karena harus berdiri di atas tanah carik desa.

ADVERTISEMENT

"Persyaratannya kan harus berdiri di atas tanah carik desa, nah di desa kami hanya itu satu-satunya lokasi yang sesuai dengan syarat pemerintah pusat. Itu awalnya lapangan sepakbola," kata Uus saat dikonfirmasi, Jumat (23/10/2026).

Luas tanah carik desa tempat KDKMP Situwangi berdiri mencapai 5 hektare. Namun area yang dialokasikan untuk proyek Presiden RI, Prabowo Subianto itu hanya seluas 1 hektare. Kemudian sisanya akan dimanfaatkan untuk keperluan lain.

"Bangunan itu sudah selesai sejak bulan Juli kemarin, tinggal menunggu izin operasionalnya saja. Untuk koperasi luasnya hanya 1 hektare, nanti untuk lapangan buat warga akan diganti, karena luas total kan 5 hektare," kata Uus.

Selain untuk koperasi, pemerintah desa berencana mengembangkan kawasan tersebut agar bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha dan UMKM. Pengembangan bakal menunjang pertumbuhan roda ekonomi masyarakat.

"Nanti kita akan kembangkan, enggak cuma koperasi desa saja tapi disitu nanti lahannya akan disewakan ke pengusaha dan pelaku UMKM untuk bikin rumah makan, gazebo, dan lain-lain biar ramai," kata Uus.

Sementara di Bandung Barat, targetnya akan dibangun sebanyak 165 gerai namun baru baru 87 gerai KDKMP yang sudah terbangun. Sementara 78 gerai lainnya belum terbangun karena terkendala ketersediaan lahan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung Barat, Sri Dustirawati, mengatakan selain ketersediaan lahan, lokasi pembangunan KDKMP juga mesti memenuhi syarat dari pemerintah pusat.

"Selain lahan yang belum ada, lokasi pembangunan KDMKP juga harus memiliki status yang jelas, sesuai dengan persyaratan teknis. Makanya lenyediaan lahan yang memenuhi seluruh ketentuan menjadi salah satu tantangan dalam percepatan pembangunan gerai KDMP," kata Sri.

Dari 87 gerai yang sudah berdiri, baru sebanyak 65 gerai KDKMP yang pembangunannya sudah selesai. Kemudian 22 gerai lainnya masih dalam proses pembangunan sebelum akhirnya dioperasikan.

"Yang sudah selesai 100 persen itu sebanyak 65 unit. Kemudian sebanyak 22 unit masih dalam proses pembangunan, dan sebanyak 78 unit belum terbangun," ujar Sri.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads