Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak berjalan mulus seperti di daerah lainnya. Faktor utamanya yakni ketersediaan lahan.
Di Kota Cimahi misalnya, saat ini baru ada satu koperasi yang sudah terbangun, namun belum beroperasi. Lokasi KDKMP di Kota Cimahi, ada di kawasan Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan.
"Baru satu gerai yang sudah selesai, di Kelurahan Leuwigajah. Nah untuk 14 kelurahan lainnya terkendala ketersediaan lahan sesuai syarat 1.000 meter persegi," kata Sekretaris Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Cimahi, Emir Faisal saat dikonfirmasi, Kamis (22/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luas wilayah Cimahi yang terbatas menjadi kendalanya. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait kesulitan memenuhi lahan dengan luas yang disyaratkan untuk membangun KDKMP tersebut.
"Akhirnya kami lapor ke pemerintah pusat, karena kan luas lahan 1.000 meter persegi itu sulit. Informasinya ada prototype tahap 2, yang bangunannya di bawah lahan 1.000 meter persegi," kata Emir.
Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi, KDKMP di dekat Kampung Adat Cireundeu itu sudah bisa beroperasi, meskipun izin operasionalnya masih menunggu petunjuk pemerintah pusat. Sedangkan untuk lini usaha koperasinya, produk olahan lokal berbahan singkong khas Kampung Adat Cireundeu akan jadi barang yang dijual.
"Kalau untuk usaha koperasi kita sedang menunggu arahan dari pemerintah pusat. Tapi pasti kalau produk muatan lokal akan diakomodir, begitu juga barang-barang bersubsidi," kata Emir.
KDMKP di KBB Baru Terpenuhi Sekitar 50 Persen
Sementara di Bandung Barat, targetnya akan dibangun sebanyak 165 gerai namun baru 87 gerai KDKMP yang sudah terbangun. Sementara 78 gerai lainnya belum terbangun karena terkendala ketersediaan lahan.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung Barat, Sri Dustirawati, mengatakan selain ketersediaan lahan, lokasi pembangunan KDKMP juga mesti memenuhi syarat dari pemerintah pusat.
"Selain lahan yang belum ada, lokasi pembangunan KDMKP juga harus memiliki status yang jelas, sesuai dengan persyaratan teknis. Makanya penyediaan lahan yang memenuhi seluruh ketentuan menjadi salah satu tantangan dalam percepatan pembangunan gerai KDMP," kata Sri.
Dari 87 gerai yang sudah berdiri, baru sebanyak 65 gerai KDKMP yang pembangunannya sudah selesai. Kemudian 22 gerai lainnya masih dalam proses pembangunan sebelum akhirnya dioperasikan.
"Yang sudah selesai 100 persen itu sebanyak 65 unit. Kemudian sebanyak 22 unit masih dalam proses pembangunan, dan sebanyak 78 unit belum terbangun," ujar Sri.
Di sisi lain, Pemkab Bandung Barat mulai mempersiapkan sumber daya manusia untuk mendukung operasional KDKMP. Hingga saat ini, sebanyak 76 manajer telah ditempatkan di KDMP wilayah Bandung Barat.
"Untuk memperkuat kesiapan pengelola, kami juga telah melaksanakan pendidikan dan pelatihan (diklat) serta uji kompetensi bagi pengurus dan pengawas KDMP," ujar Sri.
(yum/yum)
