Musim Hujan di Depan Mata, Pakar Ingatkan Warga Ancaman Risiko Becana

Whisnu Pradana - detikJabar
Jumat, 23 Okt 2026 22:30 WIB
Aliran sungai kecil yang muncul tiba-tiba di bekas longsor Cisarua (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar).
Cimahi -

Masyarakat diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi memasuki musim hujan pada bulan November 2026. Potensi bencana mengancam berbagai daerah setelah melewati kemarau panjang sejak pertengahan tahun.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan diperkirakan berlangsung pada Desember 2026 hingga Februari 2027. Meskipun durasi musim hujan di banyak wilayah diperkirakan lebih pendek dengan akumulasi curah hujan umumnya normal, potensi hujan lebat hingga ekstrem tetap tinggi.

Pakar Kebencanaan dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana seperti tanah longsor, banjir, hingga banjir bandang.

"Kita memahami bahwa hampir setiap musim hujan, banjir dan tanah longsor terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Sebagian bahkan berulang di lokasi yang sama, menimbulkan korban jiwa, kerusakan rumah, gangguan aktivitas ekonomi, hingga kerugian masyarakat," kata Daryono saat dikonfirmasi, Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, pengurangan risiko bencana merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat yang tinggal di daerah rawan dengan pemerintah selaku pemegang kebijakan. Pemerintah pusat maupun daerah dinilai perlu menjadikan penguatan kapasitas BPBD sebagai salah satu prioritas utama dalam satu hingga dua tahun ke depan.

"Penguatan tersebut mencakup sumber daya manusia, kemampuan analisis risiko, kesiapan operasional, koordinasi lintas sektor, serta kemampuan menjangkau masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan," papar Daryono.

Simak Video "Video: Waspada Cuaca Ekstrem di Masa Natal-Tahun Baru"


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork