Upaya menanamkan budaya antikorupsi di Cisarua, Kabupaten Bogor, diarahkan hingga ke bangku sekolah. Camat Cisarua Heri Risnandar mendukung pengembangan Master Cilik Antikorupsi untuk memperkenalkan nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab kepada siswa.
Dukungan itu disampaikan dalam Roadshow Antikorupsi di Kecamatan Cisarua, Selasa (20/10/2026). Heri berharap pendidikan integritas dapat menjangkau anak-anak sejak dini sehingga pembiasaan sikap jujur tumbuh bersama proses belajar mereka.
Heri mendorong pengembangan Master Cilik Antikorupsi di setiap sekolah. Selain menyasar lingkungan pendidikan, kegiatan tersebut menekankan pentingnya keteladanan aparatur kecamatan dan pemerintah desa. Keduanya bersentuhan langsung dengan masyarakat melalui pelayanan publik maupun pengelolaan pemerintahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inspektur Pembantu V Inspektorat Kabupaten Bogor, Temsy Nurdin, mengatakan pendidikan dan pencegahan perlu mendapat perhatian dalam pemberantasan korupsi. Pemahaman terhadap aturan harus dibarengi langkah untuk mencegah penyimpangan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman bukan hanya mengenai hal-hal yang dilarang, tetapi juga apa yang harus dilakukan agar penyimpangan tidak terjadi, baik di tingkat kecamatan maupun desa," kata Temsy.
Menurutnya, kecamatan memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pemerintah daerah dan warga. Karena itu, aparatur di tingkat kecamatan hingga desa diharapkan memberi contoh penerapan integritas dalam pekerjaan sehari-hari.
Temsy juga menekankan perlunya penguatan sistem pengawasan. Edukasi kepada aparatur dan masyarakat perlu berjalan bersama kepatuhan.
