Selama 20 tahun, Suwondo (55) mengandalkan tenaga untuk mengayuh becak dan menghidupi keluarga. Kini, pengemudi becak yang sehari-hari mangkal di kawasan Pasar Citeureup, Kabupaten Bogor, itu mendapat bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto.
Kendaraan tersebut memberinya kesempatan untuk tetap mencari nafkah dengan beban fisik yang lebih ringan. Suwondo mengaku senang karena tidak lagi harus mengeluarkan tenaga sebesar saat mengayuh becak konvensional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, senang sekali. Beda sih, soalnya ini kayak naik motor. Kalau gowes kan harus mengeluarkan tenaga gede," kata Suwondo, Selasa (20/10/2026).
Untuk mendapatkan bantuan itu, Suwondo terlebih dahulu mengikuti pendataan. Ia mengatakan hanya diminta menyerahkan identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP).
"Kemarin diproses, didata dulu. Syaratnya cuma KTP doang," ujarnya.
Meski terbantu dengan kendaraan barunya, Suwondo masih perlu membiasakan diri mengoperasikan becak listrik. Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah mengendalikan kecepatan saat membawa penumpang.
"Kalau pakai gas, kalau terlalu kencang kan kadang-kadang jadi masalah kecepatan," tuturnya.
Adaptasi itu diperlukan agar ia dapat melayani pelanggan dengan aman dan nyaman. Sebagian besar penumpangnya merupakan pelanggan lama yang biasa menggunakan jasa becak di sekitar Pasar Citeureup.
Soal ongkos, Suwondo tetap mempertimbangkan jarak perjalanan dan kemampuan pelanggan. Ia berharap penggunaan becak listrik tidak membuat penumpang merasa terbebani tarif.
"Nggak ada tarif pasti. Kalau agak jauh paling Rp10.000, kalau yang lebih jauh lagi paling mahal Rp15.000. Tergantung jarak," jelasnya.
Setelah dua dekade mengayuh, Suwondo kini memiliki kendaraan yang dapat membantunya melanjutkan pekerjaan sehari-hari. Ia pun menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.
"Terima kasih untuk Bapak Presiden telah memberikan becak gratis untuk kami para tukang becak," ucapnya.
(sud/sud)
