Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyalahkan imigrasi atas kerusuhan yang melanda sejumlah kota di Prancis. Trump memperingatkan Presiden Prancis Emmanuel Macron bahwa Paris bisa menjadi 'kota Muslim' jika pemerintah tidak menutup perbatasan.
"Apa yang terjadi di Prancis ada kaitannya dengan imigrasi, bukan soal sekolah atau hal lainnya," ujar Trump saat berbicara kepada wartawan di Washington DC, seperti dilansir AFP, Selasa (20/10/2026).
Pernyataan tersebut mengulang kritik Trump terhadap kebijakan imigrasi Prancis yang ia sampaikan sehari sebelumnya. Trump mengklaim telah memperingatkan Macron agar memperketat perbatasan untuk mengatasi persoalan di negara tersebut.
"Ini masalah imigrasi, dan saya telah memberitahu Presiden Emmanuel Macron, tutup perbatasan Anda," kata Presiden AS tersebut dalam pernyataan pada Senin (19/10) waktu setempat.
Kerusuhan di Prancis terjadi setelah unjuk rasa besar-besaran berlangsung di berbagai kota selama akhir pekan. Aksi tersebut dipicu lonjakan harga dan meningkatnya biaya hidup, kemudian berkembang menjadi kerusuhan yang diwarnai pembakaran dan penjarahan.
Gelombang kekerasan itu tercatat sebagai salah satu kerusuhan jalanan terburuk di Prancis dalam beberapa tahun terakhir. Nyaris 2.400 orang ditangkap, sementara sekitar 1.000 personel kepolisian mengalami luka-luka.
Trump kemudian mengungkapkan kritiknya terhadap kebijakan Macron melalui cerita mengenai percakapan mereka. Ia menilai pemerintah Prancis telah melakukan kesalahan dengan membiarkan orang dari berbagai negara masuk ke wilayahnya.
"Sudah sejak lama saya katakan kepadanya, Anda membuat kesalahan besar di Prancis. Anda membiarkan siapa pun dari seluruh dunia masuk. Seluruh dunia berdatangan masuk," ucapnya.
Trump lantas melontarkan pernyataan mengenai masa depan ibu kota Prancis jika negara tersebut tidak mengubah kebijakan perbatasannya.
"Dan, seperti yang Anda tahu, Paris akan segera menjadi kota Muslim," sebut Trump.
"Saya mengatakan kepada Emmanuel (Macron), Anda harus menutup perbatasan Anda," ujarnya.
Trump juga membandingkan kebijakan imigrasi pemerintahannya dengan kebijakan yang diterapkan Prancis. Ia mengklaim telah menutup perbatasan AS, sedangkan Prancis belum mengambil langkah serupa.
"Perbatasannya menjadi masalah," imbuh Presiden AS itu.
Trump kemudian memperingatkan negara-negara Eropa agar memperketat pengawasan perbatasan dan menindak pelaku kriminal. Ia mengaitkan langkah tersebut dengan upaya meredam gejolak yang terjadi di kawasan itu.
"Jika Eropa tidak menutup perbatasannya dan menyingkirkan para pelaku kriminal, seperti orang-orang yang sedang berunjuk rasa itu, Eropa sudah tamat," kata Trump dalam pernyataannya kepada wartawan.
Pemberantasan imigrasi ilegal menjadi salah satu janji utama Trump dalam kampanye pemilihan presiden AS 2024. Dalam berbagai pernyataannya, Trump kerap menjadikan isu imigrasi sebagai fokus kebijakan keamanan dan perbatasan.
Namun, pernyataan Trump mengenai imigrasi juga beberapa kali menuai sorotan karena memuat klaim yang dinilai mengeksploitasi isu ras.
Pernyataan terbarunya mengenai Prancis kembali menempatkan kebijakan imigrasi sebagai pokok kritik Trump terhadap pemerintahan Macron, di tengah kerusuhan yang dipicu persoalan harga dan biaya hidup.
Baca berita selengkapnya di detikNews.
(nvc/sud)