Wali Kota Bandung meminta kepada warganya yang berisiko mengalami penyakit asma hingga bronkitis untuk mulai rutin menggunakan masker. Hal itu dilakukan sebagai pencegahan karena buruknya kualitas udara di Kota Kembang.
Ditemui wartawan di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Antapani, Kota Bandung, Farhan menyinggung tentang asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tempo hari sudah masuk atmosfer Jakarta. Meski tidak menunjukkan indikasi masuk ke Jawa Barat, namun Farhan tetap meminta masyarakat berisiko penyakit itu supaya mulai rutin menggunakan masker.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sedang melakukan assessment terhadap kelompok masyarakat dan para siswa yang memiliki sensitivitas terhadap kualitas udara. Contohnya asma, bronkitis, dan kita ketahui bahwa di Kota Bandung itu masih ada ribuan penderita TB," kata Farhan, Senin (19/10/2026).
Menurut Farhan, kelompok masyarakat tersebut disarankan menggunakan masker. Sebab menurutnya, kualitas udara di Kota Bandung masih dalam kondisi buruk meski tidak terdampak karhutla.
"Enggak harus semua orang pakai masker sampai sekarang ini, karena memang lebih dianjurkan untuk menggunakan masker bagi kelompok yang sensitif, yang rentan, yang terindikasi TBC, yang terindikasi asma, dan juga gangguan-gangguan ISPA lainnya," ucapnya.
Farhan juga memastikan fasilitas kesehatan di Kota Bandung supaya bersiaga. Sehingga, saat terjadi keluhan warga, puskesmas hingga rumah sakit bisa langsung menangani kondisi tersebut.
"Kami akan mempersiapkan semua rumah sakit dan klinik, serta puskesmas, semua fasilitas kesehatan agar bisa memberikan layanan apabila terjadi kedaruratan," pungkasnya.
(ral/sud)
