BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla di Jawa Barat, Warga Perlu Lakukan Ini

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla di Jawa Barat, Warga Perlu Lakukan Ini

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Sabtu, 17 Okt 2026 14:32 WIB
Citra sebaran asap
Foto: BMKG/Satelit Himawari
Bandung -

Sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk waspada dan mengantisipasi potensi paparan asap, terutama saat beraktivitas di luar rumah.

Berdasarkan citra sebaran asap BMKG pada Jumat (16/10/2026) pukul 13.00 WIB, asap terdeteksi di Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur, serta sejumlah wilayah lain di Indonesia.

Meski demikian, citra tersebut hanya menunjukkan sebaran asap di atmosfer. Data itu belum secara langsung menggambarkan tingkat konsentrasi polutan di permukaan yang dihirup masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, masyarakat perlu memantau kualitas udara secara berkala untuk mengetahui kondisi di wilayah masing-masing.

Imbauan BMKG untuk Warga di Wilayah Terdampak Asap

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, mengimbau masyarakat untuk rutin memantau kualitas udara. Apabila kualitas udara memburuk hingga masuk kategori tidak sehat, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

ADVERTISEMENT

Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat dapat menggunakan masker respirator seperti N95, KN95, atau KF94. Masker jenis ini lebih efektif menyaring partikel halus dari asap dibandingkan masker kain biasa.

"Karena lebih efektif menyaring partikel halus asap dibanding masker kain biasa," ujar Guswanto, dikutip dari detikHealth, Jumat (16/10/2026).

Masyarakat juga dianjurkan membatasi aktivitas fisik berat atau berkepanjangan ketika kondisi udara berkabut asap. Aktivitas seperti berlari dan bersepeda sebaiknya dikurangi apabila kualitas udara sedang memburuk.

Cara Mencegah Asap Masuk ke Dalam Rumah

Selain mengurangi paparan di luar ruangan, masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah untuk menjaga udara di dalam rumah tetap bersih.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Tutup pintu dan jendela. Saat udara di luar berasap, tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah.

  • Gunakan air purifier jika tersedia. Penyaring udara dapat membantu mengurangi partikel di dalam ruangan.

  • Atur sirkulasi AC. Jika AC memiliki fitur pemasukan udara dari luar atau fresh air, matikan sementara dan gunakan mode sirkulasi udara internal apabila memungkinkan.

  • Hindari aktivitas yang menghasilkan asap. Kurangi merokok di dalam rumah, menyalakan lilin, atau melakukan kegiatan lain yang menambah polusi udara.

  • Bersihkan debu dengan kain lembap. Gunakan kain lembap atau alat pel untuk menangkap partikel debu yang telah mengendap agar tidak mudah beterbangan kembali.

  • Hindari sumber polusi tambahan. Jangan membakar sampah dan kurangi penggunaan kendaraan bermotor jika memungkinkan.

  • Cukupi kebutuhan cairan. Tetap minum air yang cukup selama beraktivitas.

Langkah-langkah tersebut dapat membantu mengurangi paparan polusi, meskipun efektivitasnya bergantung pada kondisi udara dan situasi di rumah masing-masing.

Anak-anak dan Lansia Perlu Lebih Waspada

Paparan asap dapat menjadi perhatian khusus bagi kelompok rentan. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), penyakit jantung, atau gangguan pernapasan dianjurkan lebih berhati-hati.

Kelompok tersebut sebaiknya sebisa mungkin menghindari paparan asap dan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi tubuh. Jika mengalami keluhan pernapasan atau gejala yang mengkhawatirkan setelah terpapar asap, segera cari bantuan medis sesuai kebutuhan.

Sebaran Asap di Pulau Jawa Bergerak ke Arah Tenggara hingga Barat Daya

Dalam citra BMKG pada Jumat (16/10/2026) pukul 13.00 WIB, sebaran asap di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur terpantau bergerak ke arah tenggara hingga barat daya.

BMKG mengingatkan bahwa arah pergerakan asap di atmosfer tidak serta-merta menunjukkan peningkatan konsentrasi polutan di permukaan. Karena itu, kondisi kualitas udara aktual, termasuk data PM2.5 atau indeks kualitas udara (AQI), menjadi informasi penting untuk menilai risiko paparan bagi masyarakat.

Warga Jawa Barat diimbau tetap waspada, memantau informasi kualitas udara, dan melakukan langkah antisipasi tanpa perlu menyimpulkan kondisi udara berbahaya hanya berdasarkan citra sebaran asap.



(tya/tey)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads