detikers yang sedang mempersiapkan studi, kerja, atau perjalanan ke Timur Tengah tentu paham bahwa bahasa Arab bukan sekadar pelajaran tambahan.
Bahasa ini adalah kunci untuk membaca sumber keilmuan klasik, memahami budaya Jazirah Arab, hingga berkomunikasi secara langsung di negara-negara seperti Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Qatar.
Di Bandung, kebutuhan itu dijawab oleh sejumlah lembaga yang menawarkan pembelajaran mulai dari keterampilan percakapan, nahwu-shorof, persiapan tes bahasa Arab, sampai program intensif dengan kurikulum khas pesantren.
Beberapa tempat bahkan memiliki akar sejarah panjang, sehingga cocok bagi pemula maupun calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke dunia Arab. Berikut lima pilihan yang bisa dipertimbangkan.
1. Bandung Arabic Center
Bandung Arabic Center (BAC) dikenal sebagai lembaga kursus bahasa Arab yang menekankan metode pembelajaran cepat, sistematis, dan efektif melalui penerapan Metode Mustaqilli.
Keistimewaan BAC terletak pada pembagian jenjang kurikulum yang terstruktur rapi, mulai dari Level 1 Pemula (3-4 bulan) untuk penguasaan membaca, menulis, hingga percakapan dasar 250 mufrodat. Level 2 Pemula 2 (3-4 bulan) untuk penguasaan tata bahasa dasar Nahwu Shorof dan membaca Arab gundul.
Level 3 Menengah (9-10 bulan) untuk penguasaan 2.500 mufrodat dan penerjemahan kitāb. Hingga Level 4 Mahir (8 bulan) untuk pemantapan analisis i'rab serta penguasaan hingga 5.000 mufrodat.
Pendekatan bertahap ini dirancang agar peserta dapat memahami bahasa Arab secara menyeluruh tanpa merasa terbebani, bahkan bagi mereka yang memulai dari nol. Berdasarkan media sosial resminya @bandungarabiccenter, lokasinya berada di Jl Sersan Bajuri No 74, Isola, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung.
2. Ma'had Al-Imarat Bandung
Ma'had Al-Imarat adalah pilihan yang cocok bagi detikers yang ingin belajar bahasa Arab dengan nuansa kediaman ilmu atau ma'had yang lebih intensif.
Berdasarkan media sosial resminya @mahadalimarat.id, sistem belajarnya mencakup empat keterampilan utama, membaca, menulis, menyimak, dan berbicara, dengan dukungan laboratorium bahasa, perpustakaan, serta buku kurikulum dari LIPIA Jakarta.
Yang menjadikannya istimewa adalah pembagian kelas berdasarkan gender, kemudian adanya tingkatan level, Pemula, Menengah, Mahir, Nahwu & Sharaf, serta pengajar yang berlatar belakang pendidikan dari Mesir, Arab Saudi, dan LIPIA Jakarta.
(sud/sud)