Penyintas Longsor Cisarua Akhirnya Segera Punya Rumah

Penyintas Longsor Cisarua Akhirnya Segera Punya Rumah

Whisnu Pradana - detikJabar
Kamis, 15 Okt 2026 23:40 WIB
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail saat penyerahan bantuan relokasi untuk penyintas longsor cisarua
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail saat penyerahan bantuan relokasi untuk penyintas longsor cisarua (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung Barat -

Rusmiyati (42) akhirnya lega setelah menerima uang bantuan untuk relokasi mandiri. Ia merupakan penyintas bencana longsor yang memporak-porandakan tiga kampung di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) di akhir Januari 2026 lalu.

Hampir 9 bulan lamanya Rusmiyati bersama suami dan anaknya tinggal di rumah kontrakan setelah rumah mereka di Kampung Pasir Kuning, RT 05/RW 11, hancur diterjang material longsor dari Gunung Burangrang.

"Alhamdulillah akhirnya setelah menunggu lama, uang bantuan diterima. Nominalnya Rp60 juta itu untuk 1 KK," kata Rusmiyati saat ditemui, Kamis (15/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rusmiyati bersyukur pemerintah membangu meringankan biayanya untuk kembali memiliki hunian setelah huniannya yang lama lenyap karena bencana alam. Namun di sisi lain, ia mesti memikirkan kekurangan biaya pembangunan rumah untuk masa depannya.

ADVERTISEMENT

"Ya kalau untuk membangun rumah dari nol sampai selesai, dengan uang Rp60 juta enggak akan cukup. Kan saya harus beli tanah, terus membangun rumahnya. Tapi alhamdulillah itu sangat membantu kami, segitu juga ada perhatian dari pemerintah," kata Rusmiyati.

Rusmiyati sudah menentukan lokasi baru untuk rumahnya. Ia pindah ke kampung tetangga, ada di zona aman longsor yang terjadi di awal tahun 2026. Hal itu sebab suaminya masih bekerja sebagai petani sayur di lahan dekat lokasi longsor.

"Masih satu desa, cuma lokasinya agak jauh dari longsor kemarin. Soalnya suami kan kerja di kebun sayur, jadi kuli di lahan orang. Enggak bisa pindah jauh-jauh dari sini," kata Rusmiyati.

Sampai nanti rumahnya selesai dibangun, Rusmiyati akan tetap tinggal di rumah kontrakan. Untuk mengontrak, ia menerima bantuan dari Pemerintah Daerah KBB termasuk sembako buat kebutuhan sehari-hari.

"Ya masih tinggal di kontrakan dulu, masih ada beberapa bulan lagi. Setiap bulan dikasih sama Pemda KBB itu uang Rp600 ribu untuk ngontrak, sama sembako juga," kata Rusmiyati.

Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat (Pemda KBB) menggelontorkan anggaran lebih dari Rp1,9 miliar untuk merelokasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, yang terjadi pada awal tahun 2026 lalu.

"Hari ini kita salurkan anggarannya per KK itu sekitar Rp60 juta, untuk total penerimanya ada 32 KK. Jadi total Rp1,9 miliar lebih," kata Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail.

Jeje menyebut skema relokasi untuk para penyintas longsor itu yakni relokasi mandiri sesuai permintaan masyarakat. Artinya, masyarakat yang mencari tempat untuk dibangun hunian mereka sendiri.

"Jadi ini relokasi mandiri, sesuai dengan yang kita bahas dan sesuai permintaan masyarakat. Semua sepakat relokasi mandiri, jadi biar bantuannya dalam bentuk uang saja," kata Jeje.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads