Sukabumi Raya Sepekan: Geger Mayat Terikat di Lereng Tol Bocimi

Jabar Sepekan

Sukabumi Raya Sepekan: Geger Mayat Terikat di Lereng Tol Bocimi

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 04 Okt 2026 15:30 WIB
Penemuan mayat di kolong Tol Bocimi Sukabumi.
Penemuan mayat di kolong Tol Bocimi Sukabumi. (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Beragam peristiwa terjadi di wilayah Sukabumi Raya dalam sepekan terakhir, temuan mayat terikat terbungkus plastik di lereng tol Bocimi membuat geger warga di Kecamatan Ciambar, tertangkapnya pelaku pembunuh profesor hingga gadis asal Cianjur yang nekat bakar dua rumah ortu gegara cemburu soal nafkah.

Berikut sejumlah artikel yang dirangkum detikJabar,

Jasad Pria di Lereng tol Bocimi

Penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas (Mr X) di bawah jembatan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) KM 69, Kampung Langkob, Desa Ciambar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Selasa (29/9/2026) pagi, menyisakan pemandangan mengerikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban ditemukan dalam kondisi terikat rapat dan terbungkus berlapis-lapis material.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan dokumentasi di lokasi kejadian, jasad korban tergeletak telungkup di tengah rimbunnya semak-semak rumput liar.
Dari visual yang diterima detikJabar, tubuh korban dibungkus plastik hitam tebal yang melilit ketat dari ujung kepala, badan, hingga ke bagian kaki.

Tak hanya terbungkus plastik, lilitan kain berwarna kuning kecokelatan tampak mengikat kuat di bagian paha belakang korban.

Di dekat posisi jenazah, tampak sebuah karung waring berukuran besar berwarna abu-abu keputihan yang sudah terbuka dan koyak, diduga sempat digunakan untuk menyembunyikan atau membuang jasad korban.

Saat proses olah TKP dan evakuasi ke kantong jenazah oranye oleh petugas kepolisian, terlihat jelas kondisi jasad yang diikat erat menggunakan tali rafia dan tali kain yang melingkar di sekujur tubuh.

Bungkusan plastik serta kain berlapis di bagian dalam tampak basah dan menempel akibat pembusukan jenazah yang diperkirakan sudah berlangsung lebih dari satu pekan.

Kapolsek Nagrak Iptu Subit Sudrajat membenarkan temuan mayat yang pertama kali diketahui warga pencari rumput bernama Zaji (60) sekitar pukul 08.00 WIB itu.

Saksi awalnya mencium aroma busuk menyengat sebelum akhirnya mendapati bungkusan mencurigakan tersebut dan melapor ke rekannya, Topik (60), serta diteruskan ke kepolisian.

"Setelah dicek ke lokasi, benar adanya sesosok mayat. Berdasarkan pemeriksaan di lapangan, korban mengenakan kaos hitam dan celana training hitam dengan lis kuning," terang Subit.

Hingga saat ini, identitas maupun pelaku dibalik kejadian tersebut masih menjadi teka-teki bagi pihak kepolisian.

Pelaku Pembunuh Profesor di Sukabumi Ditangkap

Polisi menangkap asisten rumah tangga (ART) berinisial PAL (41) karena diduga membunuh dan merampok dosen bergelar profesor, Petrus Pallangan (74), di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pelaku ditangkap saat melarikan diri ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Dilansir detikSulsel, Sabtu (3/10/2026), pelaku ditangkap Tim URC Resmob Polda Sulsel di wilayah Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, pada Rabu (30/9). Penangkapan dilakukan setelah polisi berkoordinasi dengan Polres Sukabumi.

"Kami dari Tim URC Resmob Polda Sulsel berdasarkan hasil koordinasi dengan Polres Sukabumi berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku di wilayah Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya," ujar Panit 2 Resmob Polda Sulsel, Ipda Muhammad Abel PM, kepada wartawan, Jumat (2/10).

Petrus sebelumnya ditemukan meninggal dunia di kamar rumahnya di Kampung Bakti, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Sukabumi, pada Jumat (25/9). Berdasarkan hasil interogasi awal, pelaku mengakui perbuatannya.

Polisi menduga korban dibekap menggunakan bantal hingga tak sadarkan diri dan kemudian meninggal dunia. Saat ini, polisi masih mendalami motif pelaku.

"Dari hasil interogasi awal kami terhadap terduga pelaku, terduga pelaku sudah mengakui bahwa melakukan tindak pidana tersebut dengan cara membekap korban menggunakan bantal hingga korban tidak sadarkan diri dan meninggal dunia," kata Abel.

"Adapun yang dicuri dari korban yaitu berupa tiga ATM dan uang dolar yang kurang lebih totalnya Rp 238 juta," jelasnya.

Gadis Cianjur Nekat Bakar Rumah

Perempuan berinisial H (23) ditangkap polisi usai membakar 2 rumah milik orang tuanya di BTN Joglo, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur. Aksi ini dipicu rasa sakit hati.

Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho Hadi, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku melakukan tindakan tersebut karena merasa kecewa dan marah terhadap orang tuanya.

"Motifnya karena sakit hati, bukan karena ada sesuatu permintaan yang tidak dipenuhi," ujar Alexander, Rabu (30/9/2026).

Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Bagus Panuntun, menambahkan bahwa rasa sakit hati pelaku berakar dari kecemburuan sosial terkait nafkah. H merasa ayahnya lebih royal kepada orang lain dibandingkan kepada dirinya dan adiknya.

"Pelaku merasa cemburu dan kesal, karena ayahnya lebih memilih memberi uang pada orang lain. Meskipun kerap memberikan biaya hidup, tetapi dirasa pelaku nilainya tidak cukup dan tak sebanding dengan yang diberikan sang ayah pada orang lain," kata Bagus.

Emosi yang tidak terkendali membuat pelaku gelap mata hingga memutuskan untuk menghanguskan aset orang tuanya sendiri. Selain faktor emosional, hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa pelaku sedang dalam pengaruh zat adiktif saat melakukan aksinya.

Viral Aksi Pria Berbaju Orany Ludahi Petugas Parkir di Sukabumi

Aksi arogansi seorang pria terhadap petugas pos tiket parkir di RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial. Pria tersebut membentak hingga meludahi wajah petugas yang sedang berjaga di dalam loket.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, seorang pria mengenakan kaus oranye mendatangi pos kasir parkir rumah sakit dengan nada emosi. Menggunakan bahasa Sunda, pria itu berulang kali menyebut nama 'Abor' dan menuntut petugas loket segera menghubunginya.

Petugas parkir sempat berusaha menjelaskan bahwa dirinya hanya pekerja yang sedang menjalankan tugas. Namun, pelaku justru makin emosi. Di tengah upaya sejumlah orang melerai, pria berbaju oranye itu tiba-tiba langsung meludahi wajah sang petugas.

Pihak operasional parkir PT Karya Kencana Solutindo (KKS) Palabuhanratu, Abor, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kejadian terjadi pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

"Ada satu motor datang ke rumah sakit, berdua mengaku dari parkir pasar. Dia menanyakan saya ke kasir parkir dan menyuruh anak buah saya menelepon. Petugas kami kan orang baru, tidak tahu apa-apa dan tidak pegang data, akhirnya dia marah-marah," kata Abor saat dikonfirmasi detikJabar.

Pemuda Tewas di Sungai Cipelang

Warga Kota Sukabumi digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pemuda di aliran Sungai Cipelang. Korban tewas setelah diduga terjatuh dari atas jembatan rel kereta api yang memiliki ketinggian sekitar 20 meter.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu tepatnya terjadi di Kampung Benteng Brunei, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong pada Jumat (2/10/2026). Jasad korban ditemukan dalam kondisi tengkurap di bebatuan dengan darah yang masih mengalir.

Peristiwa tragis ini sempat disaksikan langsung oleh Maman, warga setempat. Sebelum insiden nahas itu terjadi, ia melihat korban tengah duduk dan bermain ponsel di pagar pengaman jembatan rel.

"Tadi waktu lewat, saya lihat ke atas orang itu lagi duduk nongkrong di tempat pengaman jembatan sambil main HP. Baru sekitar dua menit, dia langsung jatuh ke bawah," ujar Maman di lokasi.

Meski demikian, Maman mengaku tidak mengenal identitas korban. Hanya saja, dia melihat korban duduk dan bermain ponsel di atas jembatan rel kereta api.

Kapolsek Warudoyong AKP Maulana Arief membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan, pihak kepolisian langsung tiba di lokasi dan melakukan olah TKP.

"Kami mendapatkan informasi melalui telepon bahwa ada ditemukan seorang laki-laki di aliran sungai. Saya bersama Kanit Samapta, Kanit Reskrim, dan anggota Polsek Warudoyong langsung meluncur ke lokasi," kata Arief.

Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi mata, korban sebelumnya memang terpantau berada di atas jembatan rel yang membentang di atas aliran Sungai Cipelang. Polisi saat ini masih mendalami motif di balik jatuhnya korban hingga identitas korban.

"Informasi dari saksi yang sudah kita minta keterangannya, korban berada di atas sambil bermain handphone lalu jatuh. Apakah terjatuh atau sengaja menjatuhkan diri (bunuh diri) itu masih dalam proses penyelidikan kami," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan fisik, korban mengalami luka parah di bagian kepala dan wajah akibat benturan keras dengan batu di dasar sungai usai terjatuh di ketinggian 20 meter.

"Saat ini, jasad korban telah berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk proses identifikasi serta pemeriksaan medis lebih lanjut," pungkasnya.

(sya/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads