Zak Bagans, penyelidik paranormal sekaligus pembawa acara Ghost Adventures, baru saja mengakuisisi sebuah properti bawah tanah yang jauh dari kesan suram. Alih-alih menjadi tempat perlindungan yang sempit dan pengap, bunker ini justru menawarkan kemewahan layaknya resor kelas atas. Bagans berencana membuka situs unik tersebut bagi publik sebagai museum.
Melansir detikProperti dari laporan New York Post, interior bunker ini dirancang untuk menghapus kesan klaustrofobik. Dengan luas mencapai 1.358 meter persegi, fasilitas di dalamnya mencakup dua bangunan permanen, perabotan lengkap, kolam renang besar, teater, bar, hingga sauna dan jacuzzi. Suasana di dalamnya bahkan disebut menyerupai tempat hiburan ikonik Las Vegas era 1970-an.
Salah satu fitur paling mencolok adalah langit-langit buatan yang dapat mensimulasikan transisi cahaya dari siang ke malam, mengikuti kondisi di permukaan Bumi. Mural yang dilukis dengan tangan turut memperkuat estetika interior yang menyerupai suasana resor di Hawaii.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situs Bersejarah Era Perang Dingin
Bunker ini terletak sekitar 7,9 meter di bawah permukaan tanah dan dibangun pada 1978, saat ketegangan Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet sedang memuncak. Berdasarkan arsip Koleksi Khusus Universitas Nevada, Las Vegas (UNLV), properti ini awalnya didirikan untuk seorang filantropis pendiri Dawson School.
Pembangunannya ditangani oleh Jay Swayze, seorang penginjil yang juga dikenal sebagai perancang rumah bawah tanah berpengalaman. Menariknya, tampilan properti di permukaan tanah justru terlihat sangat bersahaja. Di atas lahan seluas satu hektare tersebut, hanya berdiri sebuah rumah konvensional dengan lima kamar tidur dan enam kamar mandi yang tidak mencolok, menyembunyikan kemewahan masif di bawahnya.
Visi Hunian Masa Depan
Bunker milik Bagans ini merupakan manifestasi dari gagasan Jay Swayze mengenai hunian masa depan. Di tengah ancaman nuklir masa itu, Swayze melalui World Underground Homes Corporation mempromosikan konsep 'kapal dalam botol', sebuah hunian bawah tanah mandiri yang tetap menawarkan kenyamanan maksimal bagi penghuninya.
Swayze meyakini bahwa suatu saat permukaan Bumi mungkin tidak lagi layak huni, sehingga manusia memerlukan alternatif tempat tinggal yang aman namun tetap manusiawi. Visinya bahkan mencakup pembangunan fasilitas publik seperti sekolah dan pusat perbelanjaan di bawah tanah.
Kini, di tahun 2026, langkah Zak Bagans untuk menjadikan properti ini sebagai museum memberikan kesempatan bagi publik untuk melihat langsung sisa-sisa ambisi arsitektur era Perang Dingin. Jika terealisasi, museum ini tidak hanya akan menarik minat para penggemar paranormal, tetapi juga menjadi catatan sejarah penting mengenai evolusi konsep rumah bawah tanah di Amerika Serikat.
Artikel ini sudah tayang di detikProperti
