Bintang acara Ghost Adventures sekaligus detektif paranormal Zak Bagans baru saja membeli sebuah bunker. Properti bawah tanah yang dinilai tahan bencana ini tidak dijadikan tempat tinggal, tetapi dijadikan semacam museum karena akan terbuka untuk orang luar.
Dilansir dari New York Post, ia tidak menjelaskan bagaimana mekanisme kunjungan ke sana. Ia hanya baru menunjukkan bagian dalamnya dan bunker 'antikiamat' tersebut viral.
Pasalnya bunker ini tidak seperti dugaan netizen yang mengira dalamnya layaknya kamar minimalis. Bunker miliknya ini justru seperti penginapan di Hawaii, terdapat 2 bangunan, perabotan lengkap, kolam renang luas, teater, lantai dansa, bar, sauna, jacuzzi, mural yang dilukis tangan, dan langit palsu yang bisa berganti menjadi gelap dan terang mengikuti waktu pagi dan malam sesungguhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bunker anti kiamat yang dibeli detektif paranormal Zak Bagans Foto: Tangkapan layar Instagram @realzakbagans |
Suasana di dalam sana disebut mirip keadaan tempat hiburan di Las Vegas di 1970-an. Luas bunker tersebut juga tidak main-main, yakni sekitar1.358 meter persegi.
Bunker ini berada di 7,9 meter di dalam tanah. Rumah tersebut telah dibangun sejak era Perang Dingin AS-Uni Soviet, tepatnya pada 1978 untuk seorang filantropis dan pendiri Dawson School, menurut Koleksi Khusus UNLV. Pihak yang membangun adalah Jay Swayze, seorang penginjil yang telah berpengalaman membuat bunker pada masa itu.
Sementara itu, penampakan properti di atasnya biasa saja tidak mewah, tetapi memang berada di lahan yang luas lebih dari 1 hektare. Di dalam rumah ini terdapat lima kamar tidur dan enam kamar mandi.
Amerika ternyata memiliki banyak bunker di bawah rumah. Salah satu sosok pengembang yang cukup masif membangun bunker adalah Jay Swayze yang percaya bahwa permukaan bumi suatu hari nanti bisa menjadi tidak layak huni.
Menurut arsip Universitas Nevada Las Vegas (UNLV), Swayze dan saudaranya, Kenneth, telah membangun rumah bawah tanah di Plainview, Texas, sebelum membentuk World Underground Homes Corporation. Konsep yang dikembangkan oleh Jay Swayze adalah membuat banker seperti "kapal dalam botol". Tujuan awalnya adalah untuk tempat perlindungan dari serangan nuklir pada demonstrasi 1961.
Mereka pernah mengadakan pameran untuk mengenalkan kehidupan bawah tanah sebagai sesuatu yang futuristik, aman, dan nyaman, bukan sekadar hal yang menimbulkan ketakutan. Menurut UNLV, Swayze bahkan membayangkan sekolah dan pusat perbelanjaan juga berada di bawah tanah.

