Sebuah tembakan mengarah ke kepala Fiki Mutakin ketika ia mengoperasikan crane untuk menurunkan perahu milik pembajak. Peluru menghantam besi di depannya sehingga awak kapal berusia 25 tahun itu memiliki kesempatan menyelamatkan diri.
Di atas kapal tanker yang dibajak di Somalia itu, Fiki melompat dari tempatnya mengoperasikan alat tersebut. Tembakan berikutnya mengenai kaki ketika tubuhnya sedang melayang menuju dek sebelum jatuh dalam posisi tengkurap.
Fiki Mutakin menuturkan kejadian itu kepada detikJabar, Minggu (11/10/2026). Pelayaran yang tidak pernah ia lupakan itu merupakan pelayaran internasional pertamanya setelah sebelumnya bekerja di kapal kargo yang beroperasi di Indonesia. Fiki terhitung sudah dua tahun bekerja di laut.
Sebelum terluka, Fiki bersama kru lainnya menghadapi baku tembak antara perompak dan tentara Puntland yang datang menyelamatkan. Menurut kesaksiannya, pembajak telah menerima informasi mengenai kemungkinan penyerangan sebelum membawa sandera menuju bagian bawah kapal.
Mereka kemudian dikembalikan ke anjungan menjelang pagi dan melaksanakan salat berjemaah setelah melewati malam tanpa tidur. Sekitar pukul enam, para awak kembali digiring menuju dek terbuka yang memiliki jalur menyerupai jembatan di atas tangki.
Di tempat itulah pembajak meminta sandera membuka baju sebelum mengikat tangan mereka ke besi pembatas kapal. Para kru dijajarkan dengan jarak sekitar satu meter sehingga tidak memiliki keleluasaan bergerak ketika pertempuran dimulai.
"Jadi kita dijadikan tameng" tutur Fiki yang mengingat bagaimana para pembajak menempatkan sandera di ruang terbuka kapal.
Ia menduga keberadaan awak di tempat tersebut dimaksudkan untuk membuat pihak penyelamat mengurungkan tembakan ke arah pembajak.
Ikatan pada besi membuat tubuh para sandera tertahan sementara suara senjata terdengar selama sekitar dua jam lebih. Fiki mengingat peluru yang tampak merah dan percikan menyala ketika tembakan menghantam bagian besi di sekitar mereka.
"Sekalinya kena besi, menyala gitu kan" katanya saat menggambarkan tembakan yang masih membekas dalam ingatannya hingga sekarang.
Menurut Fiki, kru belum terkena peluru selama berlangsungnya baku tembak antara tentara dan para pembajak tersebut. Total ada 17 kru kapal yang saat itu disandera. Empat di antaranya adalah warga negara Indonesia dan seluruhnya selamat dalam drama penyanderaan lima bulan tersebut.
(orb/orb)