Cinta Sejati, Istri Donor Ginjal untuk Suami yang Kritis

Cinta Sejati, Istri Donor Ginjal untuk Suami yang Kritis

detikHealth - detikJabar
Minggu, 11 Okt 2026 10:00 WIB
Ilustrasi Ginjal
Ilustrasi Ginjal. (Foto: Robina Weermeijer/Unsplash)
Jakarta -

Kisah mengharukan datang dari Guangzhou, China. Seorang wanita berusia 25 tahun bernama Liang rela mendonorkan satu ginjalnya demi menyelamatkan nyawa suaminya, Chung (33).

Chung mengidap uremia parah akibat kelainan ginjal bawaan. Kondisinya terus memburuk hingga mengancam nyawanya.

Liang mengambil keputusan tersebut karena tidak sanggup membayangkan kehilangan belahan jiwanya. Padahal, secara medis, kecocokan organ antara donor dan penerima yang tidak memiliki hubungan darah (non-blood relatives) tergolong rendah, yakni kurang dari 10 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanti Donor dengan Golongan Darah Langka

Chung mengidap congenital megaureter atau pembesaran saluran kemih sejak lahir. Kondisi tersebut terus berkembang hingga menyebabkan uremia sejak empat tahun lalu.

Meski mengetahui penyakit kronis yang diderita Chung, Liang tetap memilih menikah dengannya pada awal tahun lalu. Keduanya kemudian dikaruniai seorang anak.

ADVERTISEMENT

Chung telah masuk daftar tunggu penerima donor organ selama tiga tahun. Namun, golongan darah O negatif yang dimilikinya tergolong sangat langka sehingga dokter memperkirakan ia masih harus menunggu dua hingga tujuh tahun untuk mendapatkan donor yang cocok.

Kondisi Chung kemudian terus menurun. Ia bahkan sempat dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gagal jantung akut.

Melihat kondisi suaminya yang semakin kritis, Liang tidak tinggal diam. Ia memberanikan diri menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui apakah dirinya dapat menjadi donor ginjal bagi Chung.

"Saya merasa seperti akan kehilangan dia. Dia mungkin tidak punya cukup waktu jika harus terus menunggu," ungkap Liang, dikutip dari South China Morning Post.

Hasil Pemeriksaan Bawa Kabar Baik

Harapan Liang dan Chung akhirnya mendapat titik terang. Pemeriksaan di Third Affiliated Hospital of Guangzhou Medical University menunjukkan bahwa keduanya ternyata memiliki kecocokan untuk transplantasi.

Liang memiliki golongan darah O negatif yang sama dengan Chung. Pemeriksaan sitotoksisitas juga menunjukkan hasil negatif, yang menandakan tidak terdapat antibodi yang dapat memicu penolakan organ.

Dokter spesialis transplantasi organ di rumah sakit tersebut, Dr Zhao Jiqiang, menyebut pasangan itu sangat beruntung. Menurutnya, tingkat keberhasilan transplantasi organ antara orang yang tidak memiliki hubungan darah umumnya hanya berkisar 5 hingga 10 persen.

Tim medis kemudian menjalankan operasi transplantasi ginjal. Ginjal dari Liang dapat berfungsi dengan baik di tubuh Chung.

Setelah menjalani masa pemulihan, Chung akhirnya diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Liang Sebut Operasi 10 Kali Lebih Sakit dari Melahirkan

Bagi Liang, menjalani operasi donor ginjal bukan pengalaman mudah. Ia bahkan menggambarkan rasa sakit setelah operasi jauh lebih berat dibandingkan proses persalinan.

"Pengalaman operasinya rasa sakitnya 10 kali lipat dari melahirkan anak," kata Liang.

Meski merasakan sakit yang berat, Liang mengaku tidak pernah menyesali keputusannya mendonorkan ginjal untuk suaminya.

Liang tumbuh tanpa kasih sayang orang tua dan dibesarkan oleh neneknya. Menurutnya, Chung merupakan sosok yang memberinya kehangatan keluarga yang selama ini ia dambakan.

"Asalkan suami saya sembuh, semuanya akan baik-baik saja. Kami bukan sekadar pasangan kekasih, tapi keluarga yang akan menghabiskan sisa hidup bersama. Cinta sejati adalah tidak menolak niat baik pasanganmu, melainkan memeluknya dan menjaga tubuhmu sepanjang sisa hidupmu," tutur Liang.

Setelah pulih, Chung bertekad memperlakukan istrinya dengan jauh lebih baik. Salah satu impian terbesarnya kini adalah mengajak Liang bepergian dan menjelajahi dunia bersama.

Baca berita selengkapnya di detikHealth.

(sao/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads