Misteri di Balik Formasi Durupinar, Benarkah Ada Bahtera Nabi Nuh?

Kabar Internasional

Misteri di Balik Formasi Durupinar, Benarkah Ada Bahtera Nabi Nuh?

Tim detikInet - detikJabar
Selasa, 29 Sep 2026 21:31 WIB
Peneliti Bor Lokasi Diduga Bahtera Nabi Nuh
Peneliti Bor Lokasi Diduga Bahtera Nabi Nuh (Foto: Globenewswire).
Bandung -

Misteri Formasi Durupınar di Turki yang selama puluhan tahun dikaitkan dengan Bahtera Nabi Nuh kembali menjadi sorotan. Tim peneliti kini melakukan pengeboran hingga kedalaman 18 meter, dan salah satu mata bor dilaporkan pecah setelah menghantam lapisan sangat keras di bawah tanah.

Formasi Durupınar terletak di wilayah Doğubayazıt, Provinsi Ağrı, Turki, tak jauh dari Gunung Ararat. Formasi sepanjang 157 meter ini mencuri perhatian dunia karena bentuknya dari udara yang menyerupai sebuah kapal raksasa.

Berdasarkan data Noah's Ark Scans, program penelitian tahun 2026 ini dipimpin oleh Prof. Dr. Cenker Atila dari Departemen Arkeologi Sivas Cumhuriyet University. Proyek ambisius tersebut telah mengantongi izin resmi dari otoritas Turki untuk melakukan eksplorasi geologi di lokasi terkait.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan riset sebelumnya yang hanya mengandalkan pengamatan visual, tim kali ini menggunakan teknologi mutakhir seperti Ground-Penetrating Radar* (GPR), *Electrical Resistivity Tomography* (ERT), LiDAR, hingga *core drilling untuk membedah struktur serta material di bawah permukaan tanah.

Noah's Ark Scans menjelaskan bahwa pengeboran inti dilakukan hingga kedalaman maksimal sekitar 18 meter.

ADVERTISEMENT

Kejutan terjadi saat tim menemukan lapisan sangat keras di kedalaman 4-5 meter di bawah permukaan. Material tersebut memiliki tingkat kekerasan yang ekstrem hingga menyebabkan mata bor yang digunakan pecah.

Tim menduga salah satu kemungkinan material tersebut adalah kayu yang membatu atau mengalami mineralisasi tinggi. Meski demikian, klaim ini masih sebatas hipotesis yang memerlukan pengujian lebih lanjut di laboratorium independen.

Laporan Audacy juga menegaskan bahwa dugaan adanya kayu tersebut belum dikonfirmasi secara independen. Oleh karena itu, insiden pecahnya mata bor tidak bisa serta-merta dianggap sebagai bukti otentik penemuan bagian dari sebuah kapal.

Sebelum pengeboran dilakukan, peneliti telah berulang kali memindai Durupınar menggunakan teknologi geofisika.

Menurut laman riset Noah's Ark Scans, survei ERT dan GPR yang dilakukan pada 2014-2021 menemukan sejumlah struktur linear dan pola menyerupai sudut siku-siku di bawah permukaan.

Analisis pada 2023-2024 kemudian memetakan fitur yang disebut menyerupai koridor. Pengujian tanah yang dilakukan tim juga diklaim menemukan kandungan material organik di bagian dalam sekitar tiga kali lebih tinggi dibandingkan area luar formasi.

Namun, Noah's Ark Scans sendiri memberikan catatan penting mengenai temuan tersebut.

"Data tersebut bersifat sugestif, bukan konklusif," tulis organisasi itu dalam penjelasan metodologi penelitiannya.

Artikel ini sudah tayang di detikInet, baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Polisi Tangkap 6 Tersangka Baru Kasus Penjualan Bayi ke Singapura"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads