Bagi kebanyakan orang, ingatan masa lalu bisa memudar seiring berjalannya waktu. Momen-momen penting dalam hidup bahkan sering kali menjadi samar dan kehilangan detail kecilnya.
Namun, hal tersebut tak berlaku bagi seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun berinisial KCL. Peneliti menemukan bahwa ia memiliki kondisi otak langka yang membuatnya sanggup mengingat kejadian masa lalunya secara sangat detail dan presisi.
Daya ingat kognitifnya bahkan dinilai mengungguli 99,9 persen populasi manusia di bumi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi langka yang diidap KCL dikenal dalam dunia medis sebagai Highly Superior Autobiographical Memory (HSAM). Di seluruh dunia, diperkirakan hanya ada kurang dari 100 orang yang dikonfirmasi memiliki kemampuan memori super ini.
Kemampuan unik KCL terungkap setelah ia menghubungi peneliti kognitif, Krystian Barzykowski. Remaja tersebut mengaku bisa mengingat momen-momen hidupnya sejak ia masih sangat bayi.
"Ia menjelaskan memiliki ingatan autobiografi yang sangat awal, termasuk kenangan saat berusia sekitar tiga bulan (April 2009), serta masa kanak-kanak awal yang telah dikonfirmasi kebenarannya oleh orang tuanya," tulis Barzykowski dan timnya dalam laporan ilmiah yang terbit di jurnal Cortex.
Sejak usia tiga tahun, KCL mengaku ingatan akan perjalanan hidupnya muncul secara berkelanjutan. Menariknya, ingatan tersebut kerap terpicu secara otomatis dan tidak disengaja (involuntary) hanya karena hal-hal sepele, seperti tercium bau tertentu, mendengar lagu, atau mendengar penggalan kalimat.
Meski ingatan masa lalunya luar biasa tajam, hasil tes menunjukkan struktur fungsi otak lain dari KCL ternyata tidak seperti 'manusia super'. Tingkat perhatian, memori kerja (working memory), hingga fungsi eksekutif otaknya berada di rentang normal seperti remaja pada umumnya.
Perkembangan fisik dan mental KCL dari bayi hingga remaja juga tercatat normal tanpa riwayat gangguan psikiatri atau masalah pendidikan.
"Bukti-bukti yang terkumpul menunjukkan bahwa pemegang HSAM bukanlah 'pahlawan super' kognitif. Sebaliknya, kemampuan mereka dalam mempelajari informasi harian atau menghafal angka sebanding dengan populasi umum," terang tim peneliti.
Artikel ini sudah tayang di detikHealth, baca selengkapnya di sini.
Simak Video "Video: Momen Prabowo Lantik 1.177 Perwira Remaja TNI-Polri 2026"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
