Fakta Baru Keracunan Makanan Korea di Bandung

Fakta Baru Keracunan Makanan Korea di Bandung

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 09 Okt 2026 09:30 WIB
Restoran 88 SEOUL di Paskal 23 Bandung tutup.
Restoran 88 SEOUL di Paskal 23 Bandung tutup. (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Lebih dari 200 orang diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan Korea di 88 SEOUL, 23 Paskal, Kota Bandung, Sabtu (3/10) lalu. Satreskrim Polrestabes Bandung saat ini masih mendalami kejadian tersebut.

Berikut fakta-fakta terbaru dalam kejadian ini:

Ditangani Pihak Kepolisian

Kasus keracunan ini sudah ditangani pihak Polretabes Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita melakukan penyelidikan," kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton saat dikonfirmasi via pesan singkat, Kamis (8/10).

ADVERTISEMENT

Polisi Cek TKP

Anton menyebut pihaknya sudah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

"Kita sudah mendatangi tempat resto tersebut," ujarnya.

"Kita juga mendatangi beberapa korban yang diduga mengalami keracunan untuk didalami peristiwa tersebut," tambahnya.

Sampel Makanan Habis

Pemkot Bandung masih menelusuri penyebab keracunan yang dialami sejumlah pengunjung di restoran makanan Korea 88 SEOUL - 23 Paskal. Sayangnya, petugas menemui kesulitan karena tidak mendapat sampel makanan atau sisa-sisa makanan di tempat tersebut telah dibersihkan.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar. DKPP diketahui telah ditugaskan bersama Dinkes untuk menelusuri kasus keracunan tersebut.

Saat dihubungi, Gin Gin mengatakan bahwa saat ini petugas masih menelusuri kasus keracunan itu. Namun yang jadi kendala, ada rentang waktu yang cukup lama saat kejadian hingga kasus keracunan itu dilaporkan.

"Ini kan kasusnya sudah berlangsung beberapa hari ya baru lapor, sehingga agak kesulitan juga. Seperti untuk sampel, kan harusnya mengambil makanan yang diindikasikan beracun, atau sisa-sisa makanan di sana. Dan itu sudah tidak ada, itu juga agak susah. Tapi nanti teman-teman Dinkes lah yang mengerjakannya," katanya, Kamis (8/10).

Kasus Pasti Ditelusuri Sampai Tuntas

Namun demikian, Gin Gin memastikan petugas masih bekerja untuk menelusuri kasus keracunan ini. Sejumlah rekomendasi pun telah diberikan supaya restoran tersebut bisa menerapkan standar mutu sesuai ketentuan.

"Jadi ada dua rekomendasi yang kita sampaikan untuk melakukan general check, general cleaning, dan hari ini kan sudah dilakukan penutupan sementara. Kemudian yang kedua, diminta untuk komunikatif dengan konsumen ya yang kena kasus, dan untuk bisa mengakomodir apa yang menjadi tanggung jawabnya," ungkapnya.

"Dan itu juga sudah dilakukan hari ini, mereka sudah melakukan komunikasi dengan para yang terkena kasus lah. Termasuk siap untuk bisa membantu pengobatan atau lainnya," pungkasnya.

(wip/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads