Sampel Makanan Habis, Petugas Kesulitan Usut Keracunan Restoran Korea

Sampel Makanan Habis, Petugas Kesulitan Usut Keracunan Restoran Korea

Rifat Alhamidi - detikJabar
Kamis, 08 Okt 2026 15:30 WIB
ilustrasi
Ilustrasi keracunan (Foto: Dok.Detikcom)
Bandung -

Pemkot Bandung masih menelusuri penyebab keracunan yang dialami sejumlah pengunjung di restoran makanan Korea 88 SEOUL - 23 Paskal. Sayangnya, petugas menemui kesulitan karena tidak mendapat sampel makanan atau sisa-sisa makanan di tempat tersebut telah dibersihkan.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar. DKPP diketahui telah ditugaskan bersama Dinkes untuk menelusuri kasus keracunan tersebut.

Saat dihubungi, Gin Gin mengatakan bahwa saat ini petugas masih menelusuri kasus keracunan itu. Namun yang jadi kendala, ada rentang waktu yang cukup lama saat kejadian hingga kasus keracunan itu dilaporkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kan kasusnya sudah berlangsung beberapa hari ya baru lapor, sehingga agak kesulitan juga. Seperti untuk sampel, kan harusnya mengambil makanan yang diindikasikan beracun, atau sisa-sisa makanan di sana. Dan itu sudah tidak ada, itu juga agak susah. Tapi nanti teman-teman Dinkes lah yang mengerjakannya," katanya, Kamis (8/10/2026).

Namun demikian, Gin Gin memastikan petugas masih bekerja untuk menelusuri kasus keracunan ini. Sejumlah rekomendasi pun telah diberikan supaya restoran tersebut bisa menerapkan standar mutu sesuai ketentuan.

ADVERTISEMENT

"Jadi ada dua rekomendasi yang kita sampaikan untuk melakukan general check, general cleaning, dan hari ini kan sudah dilakukan penutupan sementara. Kemudian yang kedua, diminta untuk komunikatif dengan konsumen ya yang kena kasus, dan untuk bisa mengakomodir apa yang menjadi tanggung jawabnya," ungkapnya.

"Dan itu juga sudah dilakukan hari ini, mereka sudah melakukan komunikasi dengan para yang terkena kasus lah. Termasuk siap untuk bisa membantu pengobatan atau lainnya," pungkasnya.

(ral/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads