Warga Jawa Barat kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Gedung DPRD Jabar di Kota Bandung hanya untuk menyampaikan aspirasi. Sekretariat DPRD Jawa Barat resmi meluncurkan aplikasi HUDANG (Hadirkeun Usulan Dangukeun Aspirasi Nyatakeun Gagasan), sebuah platform digital yang memungkinkan masyarakat mengirimkan usulan secara daring.
Kehadiran aplikasi ini menjadi jawaban atas tingginya volume pengaduan dan keluhan masyarakat yang masuk ke meja legislatif. Selama ini, kendala jarak dan waktu sering kali menghambat warga, terutama yang berada di pelosok, untuk berkomunikasi langsung dengan wakil rakyat mereka.
Melalui HUDANG, masyarakat cukup menggunakan ponsel untuk mengirimkan aspirasi. Laporan tersebut nantinya akan diteruskan secara otomatis kepada anggota DPRD Jabar sesuai dengan bidang atau komisi yang relevan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena latar belakang itulah kita perlu sebuah terobosan. Melalui aplikasi HUDANG ini diharapkan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi tanpa terkendala jarak, waktu maupun akses," kata Sekretaris DPRD Jawa Barat, Dodi Sukmayana, dikutip Rabu (7/10/2026).
Transparansi dan Pemantauan Real-Time
HUDANG bukan sekadar kanal pengaduan searah. Aplikasi ini dirancang agar warga bisa memantau sejauh mana perkembangan aspirasi yang mereka kirimkan. Dodi mengakui, selama ini banyak warga yang merasa suaranya menguap begitu saja tanpa kejelasan tindak lanjut.
"Selama ini kan masyarakat banyak yang tidak mengetahui apakah aspirasi yang mereka sampaikan itu didengar atau diproses atau tidak. Melalui aplikasi HUDANG ini kita ingin lebih transparan," ucapnya.
Sistem ini menghubungkan masyarakat dengan anggota dewan melalui platform konferensi video yang terenkripsi. Setelah aspirasi masuk, laporan akan diteruskan ke dinas terkait, dan riwayat penanganannya dapat dipantau secara terbuka oleh pengirim.
Secara teknis, warga hanya perlu melakukan registrasi di aplikasi. Setelah masuk, mereka bisa memilih anggota DPRD berdasarkan komisi yang dituju. Aspirasi yang masuk akan diterjemahkan oleh sistem berbasis AI, lalu dikirimkan sebagai notifikasi ke ponsel anggota dewan. Anggota dewan kemudian dapat memberikan respons langsung atau menjadwalkan pertemuan virtual.
Fitur Penilaian Kinerja Dewan
Salah satu fitur unggulan HUDANG adalah sistem penilaian terhadap anggota DPRD Jabar. Masyarakat dapat memberikan penilaian yang nantinya akan ditampilkan dalam bentuk grafik dan tren penanganan aspirasi.
Data ini tidak hanya menjadi bahan evaluasi internal bagi fraksi dan partai politik, tetapi juga menjadi rekam jejak digital bagi pemilih. Dengan begitu, masyarakat memiliki basis data yang kuat untuk mempertimbangkan pilihan mereka pada pemilu mendatang.
Selain itu, HUDANG dilengkapi fitur pemetaan masalah. Fitur ini memungkinkan Sekretariat DPRD memetakan isu apa yang paling krusial di tengah masyarakat serta wilayah mana yang paling banyak mengirimkan keluhan. Data ini diharapkan menjadi potret nyata kondisi Jawa Barat secara luas.
Sekretariat DPRD Jabar menjamin keamanan data pengguna yang masuk ke dalam sistem. Aplikasi ini juga diklaim ramah pengguna karena hanya membutuhkan koneksi internet standar.
Dodi berharap HUDANG mampu memangkas jarak birokrasi antara rakyat dan wakilnya, sehingga pelayanan publik menjadi lebih inklusif.
"Harapannya dengan adanya HUDANG ini masyarakat Jawa Barat dapat lebih mudah menyampaikan aspirasi. Jadi tidak perlu jauh-jauh datang ke Kota Bandung ke DPRD Jawa Barat," harapnya.
