Jabar Hari Ini: Pria di Tasik Tewas Bersimbah Darah

Jabar Hari Ini: Pria di Tasik Tewas Bersimbah Darah

Tim detikJabar - detikJabar
Senin, 05 Okt 2026 22:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi garis polisi. (Foto: Rachman Haryanto)
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini, Senin, 5 Oktober 2026 dari mulai pria di Tasikmalaya tewas dengan kondidi tragis hingga Siswi SMA di Cianjur dijajakan jadi PSK online.

Berikut rangkuman Jabar hari ini:

Tragis! Pria di Tasikmalaya Dianiaya Secara Keji hingga Tewas

Jajang Nuryadin (36) ditemukan tewas dengan luka parah di sekujur tubuhnya di Kampung Cibeureum, Desa/Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (3/10/2026). Korban diduga kuat menjadi korban pembunuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga dalam keadaan telentang dan bersimbah darah. Korban mengalami luka berat di bagian kepala akibat sabetan senjata tajam dan hantaman benda keras.

ADVERTISEMENT

"Anggota Satreskrim Polres Tasikmalaya dan Polsek Tanjungjaya langsung turun ke lokasi begitu menerima laporan," ujar Kasubsi Humas Polres Tasikmalaya, Aipda Triana Anggasari, kepada detikjabar, Senin (5/10/2026).

Petugas menerima laporan dari seorang warga bernama Olik Suwandi yang mendapat kabar dari warga sekitar. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia di lokasi kejadian akibat penganiayaan berat.

Polisi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap kasus ini. Kurang dari 12 jam setelah penemuan jasad, Satreskrim Polres Tasikmalaya berhasil membekuk terduga pelaku sekitar pukul 20.30 WIB di hari yang sama.

Pelaku berinisial PF alias Ipal (38), yang merupakan warga setempat, langsung diamankan pihak kepolisian.

"Pelaku sudah kami amankan dan telah mengakui perbuatannya melakukkan penganiayaan hingga menyebabkan kematian korban," tegas Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Syamsul Bahri.

Untuk melengkapi bukti penyidikan, polisi menggelar autopsi jasad korban di RSUD KHZ Musthafa pada Senin (5/10) siang.

"Hari ini dilakukan autopsi di RSUD KHZ Musthafa untuk melengkapi bukti penyidikan. Tim dokter forensik memeriksa sejumlah luka yang diderita korban," kata AKP Heru.

Berdasarkan hasil visum luar, korban mengalami sembilan luka parah di bagian kepala. Luka terbuka ditemukan di dahi atas kanan sepanjang 6 cm, dahi tengah 2 cm, luka di bagian bawah dan atas bibir, hingga gigi korban yang mengalami kerusakan. Selain itu, tubuh korban juga dipenuhi luka lecet pada bagian lutut, pinggang, dan siku.

Selain otopsi, polisi juga menggelar pra-rekonstruksi di lokasi kejadian dan mengamankan sejumlah barang bukti.

"Kami juga menggelar pra-rekonstruksi agar kasus ini semakin terang benderang. Setelah proses autopsi selesai, jasad korban akan segera kami serahkan kepada pihak keluarga," pungkas Heru.

Saat ini, polisi masih terus mendalami motif di balik aksi keji pelaku.

Ruang Rawat RSUD Cibabat Cimahi Penuh-Waiting List, Ini Penyebabnya

Suasana di Instalasi Gawar Darurat (IGD) RSID Cibabat, Kota Cimahi, terlihat sibuk lebih dari biasanya. Di lorong, berderet beberapa pasien terbaring di atas brankar menunggu bisa masuk ke ruang rawat inap setelah menjalani observasi.

Mereka terpaksa menunggu bahkan sampai lebih dari 24 jam karena ketersediaan tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di ruang rawat inap dan IGD RSUD Cibabat sudah penuh. Pasien yang masuk ke ruangan harus bergiliran sesuai daftar tunggu.

"Betul memang waiting list di IGD RSUD Cibabat, jumlahnya sampai 49 orang. Namun sudah ada yang masuk ke ruang rawat inap itu 5 orang, jadi 44 pasien masih menunggu. Kondisu ini menyebabkam pasien harus menunggu karena ketersediaan tempat tidur terbatas," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr. Mulyati saat ditemui, hari ini.

Kepadatan ruang rawat inap hingga menyebabkan adanya antrean pasien di IGD karena terjadinya peningkatan kunjungan pasien rujukan ke RSUD Cibabat dari sejumlah daerah, tak hanya Kota Cimahi saja.

"Dalam dua hari terakhir ini, terjadi peningkatan jumlah kunjungan pasien ke IGD RSUD Cibabat yang cukup signifikan. Ya itu tadi, ada yang sampai menunggu 26 jam karena ruang rawat memang penuh," kata Mulyati.

Total tempat tidur di ruang perawatan RSUD Cibabat sendiri sebanyak 326 tempat tidur. Semua tempat tidur sudah terisi, sehingga pasien yang sudah menunggu di IGD bisa masuk ke ruang perawatan jika dokter sudah mengizinkan pasien di ruang perawatan pulang.

"Jadi memang pasien yang menunggu ini baru bisa masuk jika pasien yang di dalam sudah boleh keluar oleh dokter. Kondisi pasiennya berbeda-beda, di antara 44 yang menunggu masuk itu ada 12 pasien anak," kata Mulyati.

Penuhnya kapasitas tempat tidur di RSUD Cibabat tidak semata-mata karena sedang merebaknya kasus Influenza A dalam beberapa waktu belakangan, maupun gejala inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang kasusnya juga sedang mengalami kenaikan di Kota Cimahi.

"Pada intinya ada peningkatan pasien meski tidak spesifik disebabkan Influenza A dan ISPA. Tapi Influenza A sekarang memang lagi naik, namun demikian masyarakat tidak perlu panik," kata Mulyati.

Nestapa 3 Siswi SMA di Cianjur Dijajakan Jadi PSK Online

Suasana di Instalasi Gawar Darurat (IGD) RSID Cibabat, Kota Cimahi, terlihat sibuk lebih dari biasanya. Di lorong, berderet beberapa pasien terbaring di atas brankar menunggu bisa masuk ke ruang rawat inap setelah menjalani observasi.

Mereka terpaksa menunggu bahkan sampai lebih dari 24 jam karena ketersediaan tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di ruang rawat inap dan IGD RSUD Cibabat sudah penuh. Pasien yang masuk ke ruangan harus bergiliran sesuai daftar tunggu.

"Betul memang waiting list di IGD RSUD Cibabat, jumlahnya sampai 49 orang. Namun sudah ada yang masuk ke ruang rawat inap itu 5 orang, jadi 44 pasien masih menunggu. Kondisu ini menyebabkam pasien harus menunggu karena ketersediaan tempat tidur terbatas," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr. Mulyati saat ditemui hari ini.

Kepadatan ruang rawat inap hingga menyebabkan adanya antrean pasien di IGD karena terjadinya peningkatan kunjungan pasien rujukan ke RSUD Cibabat dari sejumlah daerah, tak hanya Kota Cimahi saja.

"Dalam dua hari terakhir ini, terjadi peningkatan jumlah kunjungan pasien ke IGD RSUD Cibabat yang cukup signifikan. Ya itu tadi, ada yang sampai menunggu 26 jam karena ruang rawat memang penuh," kata Mulyati.

Total tempat tidur di ruang perawatan RSUD Cibabat sendiri sebanyak 326 tempat tidur. Semua tempat tidur sudah terisi, sehingga pasien yang sudah menunggu di IGD bisa masuk ke ruang perawatan jika dokter sudah mengizinkan pasien di ruang perawatan pulang.

"Jadi memang pasien yang menunggu ini baru bisa masuk jika pasien yang di dalam sudah boleh keluar oleh dokter. Kondisi pasiennya berbeda-beda, di antara 44 yang menunggu masuk itu ada 12 pasien anak," kata Mulyati.

Penuhnya kapasitas tempat tidur di RSUD Cibabat tidak semata-mata karena sedang merebaknya kasus Influenza A dalam beberapa waktu belakangan, maupun gejala inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang kasusnya juga sedang mengalami kenaikan di Kota Cimahi.

"Pada intinya ada peningkatan pasien meski tidak spesifik disebabkan Influenza A dan ISPA. Tapi Influenza A sekarang memang lagi naik, namun demikian masyarakat tidak perlu panik," kata Mulyati.

Aksi Brutal 3 Pria Demi Cari Sensasi di Majalengka

Tiga pria di Kabupaten Majalengka diciduk polisi setelah sengaja berbuat onar di jalanan. Ketiganya menyerang seorang pengendara dengan melempar botol minuman keras hingga korban terjatuh. Mereka kemudian merusak sepeda motor korban menggunakan celurit.

Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman menyampaikan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (3/10) sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu, korban berinisial D hendak keluar rumah untuk membeli makanan.

Saat melintas di Kelurahan Cijati, korban tiba-tiba dilempar botol minuman keras oleh para pelaku. Lemparan tersebut membuat korban terjatuh. Setelah itu, ketiga pelaku merusak sepeda motor milik korban.

"Ketika sampai di lokasi tepatnya di Kelurahan Cijati, korban dilempar oleh botol minuman keras. Setelah dilempar, kemudian korban terjatuh, dan motor korban kemudian dilakukan pengrusakan oleh tiga orang pelaku," kata Aldy kepada detikJabar hari ini.

Aldy mengatakan, ketiga pelaku melakukan aksi tersebut bukan karena persoalan dengan korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, mereka berbuat onar hanya untuk mencari sensasi dan kesenangan.

"Motif para pelaku ini hanya untuk mencari sensasi atau kesenangan semata," ujar Aldy.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan ketiga tersangka tergabung dalam kelompok atau geng tertentu.

Aldy menyebut ketiga tersangka masih berusia muda. Satu tersangka berusia 20 tahun, sementara dua lainnya berusia 19 tahun. Ketiganya dipastikan bukan pelajar.

"Terkait dengan apakah terindikasi atau tergabung dengan kelompok apa pun, saat ini kami masih melakukan pendalaman," ucapnya.

Lebih jauh usai kejadian tersebut, korban kemudian melapor ke Polsek Majalengka Kota. Polisi pun melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan ketiga pelaku.

"Alhamdulillah, dapat kami sampaikan bahwa kami telah mengamankan tiga orang pelaku. Kami sudah lakukan pemeriksaan, sudah kami tetapkan sebagai tersangka, dan sudah kami lakukan penahanan," ujarnya.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya celurit yang digunakan untuk merusak motor korban, sepeda motor milik tersangka, motor korban yang mengalami kerusakan, serta pakaian yang dikenakan para pelaku saat beraksi.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 262 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang secara bersama-sama di muka umum. Mereka terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Remaja Garut Diduga Ditembak Airgun, Peluru Bersarang di Mata

Seorang remaja asal Garut, PP (15) diduga menjadi korban penembakan menggunakan pistol berjenis airgun. Peluru dari airgun tersebut hingga kini masih bersarang di bagian mata sebelah kirinya.

Aksi penembakan yang dialami PP terjadi pada hari Sabtu, (26/9) lalu. Menurut ibu korban, Fitri Setiawati, pihak keluarga sendiri baru mengetahui kejadian yang sebenarnya belum lama ini.

"Awalnya anak saya hanya cerita matanya sakit karena kena bola. Awalnya enggak ngaku," ungkap Fitri kepada wartawan hari ini.

Fitri menjelaskan, semula PP bercerita jika matanya sakit usai terkena tendangan bola plastik. Karena kondisinya yang tak kunjung membaik, keluarga kemudian membawa PP untuk berobat ke dokter.

"Setelah diperiksa oleh dokter, ternyata ada benda asing di mata sebelah kiri. Yang belakangan kami tahu bahwa itu peluru," ungkap Fitri.

Sejak saat itu, PP kemudian menceritakan kejadian sebenarnya kepada orang tuanya. Menurut PP, di hari Sabtu saat dia dan teman-temannya berlibur itu, sempat ada insiden yang menimpa dirinya.

PP mengaku ditembak menggunakan pistol sejenis airgun oleh seorang temannya berinisial H. H bukan orang asing bagi PP, dia adalah kakak kelasnya saat duduk di bangku SMP dulu.

"Pengakuannya H ini datang saja ke tempat. Seperti tamu tidak diundang," ungkap Fitri.

Fitri menjelaskan, menutur penuturan sejumlah rekan PP, H melakukan aksi penembakan beberapa kali, yang salah satunya mengenai mata sebelah kiri PP.

"Dia mengarahkan senjata itu ke anak saya, sampai kena bola mata," pungkas Fitri.

Kejadian ini sudah dilaporkan korban ke Polres Garut. Kasat Reskrim Polres Garut AKP Herman Saputra menjelaskan, saat ini perkaranya sedang ditangani.

"Sedang dalam penyelidikan," ungkap Herman.

(wip/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads