Wanita 100 Tahun Ungkap Kebiasaan yang Menemaninya Panjang Umur

Wanita 100 Tahun Ungkap Kebiasaan yang Menemaninya Panjang Umur

detikHealth - detikJabar
Minggu, 04 Okt 2026 13:00 WIB
Photo taken in Thai Mueang, Thailand
Ilustrasi wanita lanjut usia. (Foto: Getty Images/EyeEm Mobile GmbH)
Bandung -

Seorang wanita berusia 100 tahun di Brooklyn, New York, membagikan sejumlah kebiasaan yang telah menemaninya menjalani hidup hingga usia seabad. Selain menyukai sejumlah makanan, ia juga rutin berdansa, menekuni hobi, serta berusaha menjalani hidup dengan optimistis.

Wanita bernama Groeger itu lahir pada 1925 dan akan merayakan ulang tahun ke-101 pada Oktober ini. Ketika ditanya mengenai hal yang membuatnya bisa berumur panjang, ia mengaku tidak mengetahui jawabannya secara pasti.

"Anda hanya perlu berpikiran terbuka, dan Anda harus menerimanya apa adanya. Itu saja. Anda harus menerima dan menikmati hidup," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut sejumlah kebiasaan Groeger yang menarik perhatian:

ADVERTISEMENT

1. Mengonsumsi Beragam Makanan

Groeger selalu mengawali sarapannya dengan blueberry, buah yang sangat ia sukai.

Ahli gizi Samantha Cassety mengatakan blueberry memberikan sejumlah manfaat kesehatan. Buah tersebut dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2 yang lebih rendah serta peningkatan kinerja kognitif.

Selain blueberry, Groeger juga menyukai apel. Buah tersebut memiliki sejumlah manfaat yang berkaitan dengan kesehatan jantung, diabetes, kanker, kesehatan usus, pengelolaan berat badan, dan peradangan.

Ia juga menyukai alpukat yang menurut penelitian berkaitan dengan kesehatan jantung, kulit, serta pengelolaan berat badan. Meski begitu, Groeger mengaku tidak menjalani pola makan khusus.

"Pada dasarnya saya makan apa saja," katanya.

2. Tetap Menikmati Makanan Favorit

Groeger tidak sepenuhnya menghindari makanan yang ia sukai. Ia menikmati cokelat, terutama cokelat hitam yang dikenal mengandung berbagai senyawa aktif dengan fungsi antioksidan.

Cokelat hitam mengandung polifenol, epikatekin, katekin, dan procyanidin oligomerik. Senyawa tersebut dapat membantu tubuh melawan radikal bebas yang berkaitan dengan stres oksidatif dan risiko penyakit.

Menariknya, Groeger juga menyukai bacon meski makanan tersebut tidak selalu masuk dalam kategori makanan sehat.

"Saya suka bacon," kata Groeger. "Seharusnya saya tidak makan bacon, tapi saya memakannya."

Menu sarapan Groeger biasanya terdiri dari dua telur goreng setengah matang, bacon, dan muffin.

3. Tetap Berdansa

Berdansa menjadi salah satu aktivitas yang Groeger nikmati. Setiap minggu setelah sarapan, ia memutar piringan hitam dan berdansa bersama suaminya.

Kecintaannya terhadap dansa sudah berlangsung sejak muda. Saat berusia 20 tahun, ia bahkan pernah menari di Brooklyn Academy of Music.

"Dulu saya merasa seperti penari Rockette karena kaki saya terangkat setinggi itu. Tapi saya tidak bisa melakukannya lagi," katanya.

Kini, Groeger tetap bergerak mengikuti irama musik melalui tarian kursi.

Dikutip dari MedlinePlus, menari menggabungkan latihan aerobik dan beban. Aktivitas tersebut dapat memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan fisik dan mental, termasuk membantu memperkuat otot, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan keseimbangan dan koordinasi, memperkuat tulang, serta mendukung memori dan suasana hati.

4. Menekuni Berbagai Hobi

Groeger mengenal aktivitas merajut sejak kecil setelah ibunya mengajarinya. Sepanjang hidupnya, ia membuat berbagai kerajinan seperti selimut, topi, dan sweater.

Ia baru berhenti merajut beberapa tahun lalu karena mengalami masalah pada tangannya.

Aktivitas kerajinan tangan juga mendapat perhatian dalam penelitian kesehatan mental. Penelitian yang dipublikasikan dalam Sage Journals pada 2020 menunjukkan bahwa merajut dapat berperan dalam meningkatkan suasana hati. Mayoritas responden penelitian tersebut merupakan wanita berusia 41-60 tahun.

5. Tidak Terlalu Memikirkan Masalah

Bagi Groeger, kemampuan menghadapi berbagai persoalan juga menjadi bagian dari cara menjalani hidup. Ia berusaha tidak terlalu memikirkan berbagai rintangan yang datang.

"Saya tipe orang yang tidak banyak bicara tentang masalah saya, dan itu membuat hidup saya lebih mudah," katanya.

Ia juga menggambarkan dirinya sebagai pribadi yang bahagia dan senang bercanda.

"Saya orang yang bahagia. Saya suka tertawa. Saya suka bercanda," tambahnya.

Stres sendiri dapat memengaruhi kesehatan. Studi yang dipublikasikan dalam BMJ Open pada 2020 mengungkap bahwa stres berat berkaitan dengan penurunan harapan hidup hampir tiga tahun.

6. Menjaga Sikap Optimistis

Groeger juga mengaku sebagai orang yang optimistis. Sikap tersebut sejalan dengan sejumlah penelitian yang mengaitkan optimisme dengan peluang hidup lebih panjang.

Studi yang dipublikasikan dalam PNAS pada 2019 menemukan bahwa peserta dengan tingkat optimisme tertinggi memiliki peluang lebih besar untuk bertahan hidup hingga usia 85 tahun dibandingkan peserta dengan tingkat optimisme terendah.

"Saya jelas seorang optimis," kata Groeger.

"Saya pikir semuanya akan baik-baik saja. Meskipun saya pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidup saya," tambahnya.

Kisah Groeger menunjukkan sejumlah kebiasaan yang ia jalani selama hidupnya, mulai dari menikmati makanan, tetap aktif bergerak, memiliki hobi, hingga mempertahankan sikap optimistis. Namun, kebiasaan tersebut merupakan bagian dari pengalaman hidupnya dan tidak serta-merta menjadi jaminan seseorang akan mencapai usia yang sama.

Baca berita selengkapnya di detikHealth.

Halaman 2 dari 2
(elk/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads