6 Rekomendasi Brand Batik Local Pride Bandung

6 Rekomendasi Brand Batik Local Pride Bandung

Yogi Bagus Prasetyo - detikJabar
Jumat, 02 Okt 2026 10:00 WIB
Ilustrasi pasangan berbusana batik (Gambar yang disajikan dalam artikel ini bukanlah foto asli/nyata hasil pemotretan, melainkan kreasi visual yang sepenuhnya dihasilkan oleh kecerdasan buatan Gemini AI).
Ilustrasi pasangan berbusana batik. (Foto: Gemini AI)
Bandung -

Tidak hanya dikenal sebagai kota kreatif dan pusat mode, Bandung juga memiliki ekosistem batik lokal yang terus berkembang dengan identitas khas Jawa Barat. Seiring meningkatnya kesadaran untuk mencintai produk dalam negeri, sejumlah jenama batik asal Bandung hadir dengan pendekatan kontemporer tanpa meninggalkan akar tradisinya.

Berikut adalah enam rekomendasi jenama batik local pride Bandung yang layak didukung.

1. Hasan Batik

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasan Batik merupakan salah satu rumah produksi batik tertua di Bandung yang didirikan pada 1978 oleh Alm. Drs. Hasanudin, M.Sn., seorang dosen dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sejak awal, Hasan Batik mengusung konsep "Batik Bandung Kontemporer" yang memadukan tradisi membatik dengan pendekatan desain ilmiah dan eksplorasi motif modern.

ADVERTISEMENT

Brand ini dikenal dengan ciri khas batik tambal dan warna-warna pastel yang elegan, serta pernah menjadi pelopor dalam mengembangkan batik sebagai bagian dari identitas kota Bandung yang sebelumnya tidak tercantum dalam peta batik nusantara.

Produk Hasan Batik mencakup berbagai item fesyen seperti hijab, syal, selendang, hingga kemeja batik, selain produk dekorasi rumah (homedecor) bernilai seni tinggi.

2. Rumah Batik Komar

Rumah Batik Komar didirikan pada 1998 oleh Dr. Komarudin Kudiya, M.Ds. dan Hj. Nuryanti Widya di Bandung, dengan awal kiprah berfokus pada desain "Batik Cirebonan" sebelum berkembang menjadi batik modern dan kontemporer.

Berlokasi di Jalan Cigadung Raya Timur, tempat ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi, tetapi juga destinasi wisata edukasi yang menarik banyak pengunjung.

Rumah Batik Komar aktif dalam produksi batik tulis, batik cap, dan batik kombinasi, serta menyediakan jasa pendidikan dan pengembangan desain batik tradisional maupun modern.

Produk yang tersedia beragam, mulai dari outer, selendang, aksesori, hingga kaus bermotif batik yang dirancang untuk menarik minat generasi muda terhadap warisan budaya Indonesia.

3. Dama Kara

Dama Kara adalah jenama sandang batik asal Bandung yang didirikan pada 2020 oleh Nurdini Prihastiti di tengah pandemi COVID-19. Brand ini memiliki misi khusus dalam memberdayakan penyandang disabilitas dan pengrajin rumahan melalui produksi batik dengan teknik tradisional seperti batik cap, bordir, jahit jelujur, dan tenun.

Dama Kara menghadirkan karya sandang dengan motif unik, sederhana, namun sarat makna, menggunakan warna-warna khas yang menjadi identitas brand. Saat ini, Dama Kara memiliki beberapa gerai di Bandung, termasuk Rumah Dama Kara di Jalan Gandapura, Jalan Cihapit, dan Jalan Ciliwung, serta telah melakukan ekspor ke luar negeri sebagai bentuk keberhasilan dalam merangkul keberagaman.

4. Batik Reunceum

Batik Reunceum adalah jenama fesyen asal Bandung yang berdiri sejak 2015 dengan konsep mix and match motif batik dalam gaya streetwear yang kekinian. Brand ini berhasil mencuri perhatian publik, termasuk menjadi salah satu dari 1.000 UMKM terpilih yang tampil di ajang BRI UMKM EXPO(RT) 2025.

Batik Reunceum menawarkan produk dengan gaya premium dan stylish yang trendi untuk segala umur, memadukan kain batik dengan material berkualitas untuk menciptakan tampilan yang modern namun tetap berakar pada budaya Indonesia. Saat ini, brand tersebut telah memiliki gerai offline di Bandung dan tersedia di berbagai platform e-commerce untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

5. Acuksae

Acuksae adalah jenama fesyen asal Bandung yang didirikan pada 2015, bergerak sebagai produsen pakaian jadi, kriya, dan dekorasi rumah dengan material utama kain batik Jawa Barat yang dipadukan dengan kain katun kualitas premium.

Brand ini merupakan mitra binaan Rumah BUMN BRI Bandung dan telah menjadi role model UMKM yang mandiri secara finansial.

Produk Acuksae memiliki desain unik, modern, simpel, dan elegan dengan kualitas jahitan yang rapi, mengikuti tren, dan dapat digunakan untuk acara formal maupun informal.

Brand ini juga menerapkan prinsip ramah lingkungan (zero-waste) dalam proses produksinya, menggunakan material katun premium yang dipadukan dengan batik khas Tasikmalaya, Cirebon, hingga Garut.

6. Batik Santoso

Batik Santoso adalah jenama kain batik khas Bandung dan Jawa Barat yang memproduksi pakaian batik slimfit dan pakaian tradisional adat Sunda. Brand ini berfokus pada produksi kemeja slimfit pria, gaun wanita, aksesori tradisional, dan kain batik cap khas Jawa Barat dengan kualitas yang konsisten.

Salah satu pencapaian Batik Santoso adalah kolaborasi dengan Uniqlo Paris Van Java Bandung sebagai bagian dari Uniqlo Neighbourhood Collaboration 2024, yang menunjukkan kualitas dan daya tarik produknya di mata konsumen modern.

Brand ini juga melayani pesanan motif khusus untuk kebutuhan seragam batik instansi maupun komunitas, dengan lokasi produksi di kawasan Mandalajati, Kota Bandung.

(orb/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads