Kabupaten Bogor menjadi tuan rumah Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026. Selain mempertemukan peserta dalam arena kompetisi, kegiatan ini diharapkan membuka kesempatan bagi peternak untuk memperkenalkan hasil budidaya, bertukar pengalaman, dan memperluas jejaring usaha.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan harapan tersebut saat menghadiri sarasehan yang menjadi bagian dari rangkaian kontes, Jumat (2/10/2026) malam. Pertemuan itu turut dihadiri Ketua Dewan Pembina APPSI sekaligus Ketua MPR RI Ahmad Muzani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudy menilai, kepercayaan menjadi tuan rumah merupakan kesempatan bagi Kabupaten Bogor untuk mengenalkan potensi peternakan daerah kepada para peserta dan pelaku usaha yang hadir.
"Selamat datang di Kabupaten Bogor. Ini merupakan kehormatan bagi kami dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Bogor untuk menjadi tuan rumah Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026," ujar Rudy.
Menurutnya, manfaat penyelenggaraan kontes perlu menjangkau pengembangan kemampuan para peternak. Ajang tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku peternakan sekaligus mendorong peningkatan mutu ternak yang mereka budidayakan.
"Melalui kegiatan ini, kita ingin memberikan ruang bagi para peternak untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing. Potensi peternakan yang kita miliki harus terus dikembangkan agar semakin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Melalui pertemuan antarpeserta, Rudy berharap hubungan di antara pelaku usaha semakin luas. Jejaring tersebut diharapkan ikut mendukung pengembangan sektor peternakan serta tumbuhnya peternak yang mampu bersaing.
Ia juga mengajak masyarakat hadir dan memberikan dukungan kepada peserta. Keterlibatan warga, menurut Rudy, menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem peternakan. "Mari datang, ramaikan, dan dukung para peternak kita. Bersama kita majukan peternakan Indonesia," ungkapnya.
Rudy berharap rangkaian Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 menjadi momentum untuk mengembangkan potensi daerah. Dari ajang ini, peningkatan kualitas ternak dan kapasitas peternak diharapkan berjalan beriringan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
(iqk/iqk)
