Proyek Infrastruktur Bandung Ditunda Imbas Defisit Anggaran 2026

Proyek Infrastruktur Bandung Ditunda Imbas Defisit Anggaran 2026

Rifat Alhamidi - detikJabar
Jumat, 02 Okt 2026 14:12 WIB
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Pemkot Bandung terpaksa mengorbankan sejumlah proyek infrastruktur akibat mengalami defisit anggaran pada 2026. Paket pekerjaan itu pun rencananya akan dialihkan pada tahun depan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, APBD Perubahan Kota Bandung 2026 saat ini telah disahkan. Dari sekitar Rp 600 miliar defisit anggaran, saat ini minus tersebut telah tertutup dengan menyisakan Rp 200 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadinya kita berharap bisa dicover oleh DBH (dana bagi hasil) senilai Rp190-an miliar, tetapi yang cair kan hanya Rp 9 miliar. Maka kita lakukan penyesuaian realokasi," kata Farhan, Jumat (2/10/2026).

"Realokasinya dengan menunda beberapa proyek infrastruktur, dipindah ke 2027, dan menambah anggaran untuk pengelolaan sampah," ungkapnya menambahkan.

ADVERTISEMENT

Meski terpaksa menunda anggaran proyek infrastruktur, Farhan menyatakan telah menambah pos anggaran untuk penanganan persampahan. Sebab, ia mengaku tidak menginginkan ada insiden besar yang terjadi di sejumlah tempat pembuangan.

"Kedaruratan sampah bisa terjadi kapan pun, mengingat cuaca yang sekarang. Contohnya aja ya, Solo, Semarang, itu TPA-nya terbakar. Kita harus siap menghadapi akibat dari perubahan cuaca tersebut," tuturnya.

Meski menyisakan defisit Rp 200 miliar, Farhan menyatakan kondisi itu sudah tertangani. Pemkot Bandung rencananya akan menggunakan selisih sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) tahun lalu.

"Memang kemudian ada defisit sekitar Rp 200-an miliar, tapi alhamdulillah sudah ter-cover oleh silpa tahun lalu," ucapnya.

Sementara, pos anggaran yang terpaksa dialihkan ke tahun depan adalah proyek penataan trotoar. Kemudian, pawai Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) 2026 dibatalkan dan bakal diganti dengan konsep acara yang lebih mengedepankan efisiensi.

"Kalau yang sekarang berjalan, berjalan. Tapi ada beberapa titik yang tadinya rencananya mau dikebut, ya terpaksa ditunda dulu. Pos anggaran yang lain mah,, yang paling gede mah itu ya, DSDABM," katanya.

"Terus ada beberapa kegiatan-kegiatan seremonial, saya batal-batalkan semua, termasuk HJKB. HJKB yang tadinya mau pawai, kan batal. Kita undur ke tanggal 24 Oktober, dan diubah menjadi, dulu mobil hias, rame, kita ubah menjadi kirab budaya," pungkasnya.

(ral/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads