Bill Gates yang awalnya optimistis soal AI kini mulai berubah haluan. Tokoh teknologi pendiri Microsoft ini mulai mengeluarkan sejumlah peringatan keras terkait perkembangan teknologi tersebut. Terbaru, ia memperingatkan bahwa AI berpotensi membahayakan miliaran nyawa di seluruh dunia.
Dalam cuplikan wawancara dengan Meet the Press yang akan tayang akhir pekan ini, Gates mengaku khawatir jika AI disalahgunakan oleh pihak-pihak dengan niat jahat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"AI tentu saja cukup ampuh untuk memicu peristiwa yang menyebabkan miliaran kematian," kata Gates dalam cuplikan wawancara dengan Meet the Press, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (28/9/2026).
"Tidak pernah ada senjata yang kekuatannya setara dengan kombinasi orang-orang dengan niat jahat yang menggunakan alat AI terbaru," sambungnya.
Peringatan Gates ini sejalan dengan kekhawatiran sejumlah peneliti AI. Jacob Coxon, mantan karyawan Anthropic dan OpenAI, belum lama ini menuduh mantan tempat kerjanya mempertaruhkan masa depan manusia demi perlombaan mengembangkan AI super cerdas. Sementara itu, Evan Hubinger, karyawan Anthropic lainnya, meyakini ada setidaknya 10% kemungkinan AI akan memusnahkan umat manusia dalam satu dekade ke depan.
Tidak lama setelahnya, CEO Anthropic Dario Amodei menyerukan agar pengembangan AI segera direm. Usulan tersebut dengan cepat didukung oleh rekan-rekannya, seperti CEO OpenAI Sam Altman dan Elon Musk.
Dalam wawancara tersebut, Gates juga menegaskan bahwa industri AI perlu diregulasi oleh pemerintah. Menurutnya, regulasi mandiri yang dilakukan oleh perusahaan AI tidak akan cukup untuk mengawasi tindakan mereka sendiri.
"Anda membutuhkan penegak hukum dan politisi untuk itu terlibat dalam diskusi tentang seperti apa bentuk pengamanan dan pengawasannya. Dan itu harus menjadi persyaratan wajib," jelas Gates.
Ini bukan peringatan pertama yang dikeluarkan Gates mengenai risiko AI. Pada bulan Agustus lalu, ia sempat menulis esai yang memperingatkan bahwa pihak dengan niat jahat dapat memanfaatkan AI untuk melakukan serangan siber, penipuan, penyebaran disinformasi, hingga serangan skala besar lainnya.
Artikel ini sudah tayang di detikInet, baca selengkapnya di sini.
Simak Video "Video: Kalahkan Atlet Profesional, Robot Tenis Meja 'Ace' Cetak Sejarah"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
