Jika buku adalah jendela dunia, Braga boleh dikatakan sebagai jendela pembuka imajinasi. Siapa pun yang menapaki jalan ini bisa terinspirasi, bahkan hanya dengan sebuah lamunan. Bagaimana tidak, sepanjang Jalan Braga dihiasi oleh beragam karya para maestro yang mungkin namanya tak banyak dikenal orang.
Gino, merupakan satu dari sekian pelukis jalanan yang dapat ditemui di penghujung Jalan Braga. Ia mengaku baru menjajakan jasa melukis wajah di sana sejak 2021, walau telah lama berkecimpung di dunia seni lukis dan grafis.
"Sebenarnya nggak melulu menggambar di pinggir jalan saja, pernah mencoba peruntungan dari bekerja di perusahaan kaos sablon. Buat gambar ilustrasinya dengan tracer," ucap Gino saat diwawancarai Kamis, (24/9/2026).
Kemampuan yang fleksibel dan mudah beradaptasi membuatnya tak jarang menerima pesanan berdasarkan keinginan pembeli, mulai dari lukisan pemandangan hingga karikatur wajah. Gino terbiasa menuangkan kreativitasnya melalui beragam medium, seperti kertas, kanvas, pensil, cat minyak, hingga cat akrilik.
Penggunaan berbagai medium lukis ini menjadi salah satu patokan Gino dalam memasang tarif atas jasanya. Lukisan yang menggunakan pensil dan cenderung menghasilkan warna monokrom dibanderol seharga Rp100 ribu, lukisan cat akrilik dibanderol seharga Rp150 ribu hingga Rp200 ribu, sementara lukisan cat minyak dihargai hingga Rp700 ribu.
(mso/mso)