Rencana pembangunan Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) sudah ada sejak 1990-an. Kini, Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan dua lajur jalan tersebut selesai pada 2026 agar akses antara kedua wilayah semakin terbuka.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan target itu saat meninjau pembangunan Bomang, Jumat (25/9/2026). Menurutnya, pekerjaan jalan akan dilanjutkan dengan pembangunan flyover yang direncanakan pada 2027.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama jalur ini belum menjadi jalur cepat, karena jalur kiri dan kanannya baru kita tuntaskan di tahun 2026 sekarang, ini adalah program yang sudah direncanakan dari tahun 90-an," ujar Rudy.
Ia menjelaskan, penyelesaian dua lajur dan pembangunan flyover merupakan bagian dari tahapan pengembangan Bomang. Jalur tengah yang direncanakan menjadi jalur cepat masih membutuhkan waktu lebih lama untuk diwujudkan.
"Kita ingin dua lajur ini selesai di 2026. Jalan selesai di 2026, 2027 flyover-nya terbangun. Maka pada saat bicara jalur tengah menjadi jalur cepat, butuh waktu beberapa tahun ke depan," jelasnya.
Rudy berharap jalan baru itu memudahkan mobilitas masyarakat Bojonggede dan Kemang. Namun, ia juga mengingatkan bahwa bertambahnya aktivitas kendaraan dapat membawa perubahan bagi warga yang tinggal di sekitarnya.
"Kita ingin masyarakat di sekitar Bojonggede-Kemang bukan hanya mendapat dampak yang positif dengan adanya jalan baru. Memang dengan adanya jalan baru tentu ada dampak negatif, kebisingan pasti akan meningkat, tapi aksesibilitas masyarakat akan terbantu," tuturnya.
Sementara pembangunan berlangsung, lahan di sepanjang koridor yang belum digunakan sesuai peruntukannya mulai dikelola kelompok tani. Rudy mengatakan pemanfaatan sementara itu dilakukan setelah sejumlah titik yang sebelumnya ditumbuhi semak dan menjadi tempat pembuangan sampah dibersihkan.
"Daripada menjadi lahan tidur, lalu beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab membuang sampah di tempat tersebut, pemerintah juga melakukan pembersihan berulang-ulang. Hari ini kita lakukan kolaborasi dengan masyarakat sekitar membentuk kelompok tani," katanya.
Simak Video "Video: Menata Infrastruktur Jabar, Menghadapi Risiko Bencana"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
