Strategi Bogor Tingkatkan Produksi Bawang Merah dan Putih

Strategi Bogor Tingkatkan Produksi Bawang Merah dan Putih

Andry Haryanto - detikJabar
Jumat, 25 Sep 2026 16:30 WIB
Pemkab Bogor belajar meningkatkan produksi bawang di Majalengka.
Pemkab Bogor belajar meningkatkan produksi bawang di Majalengka. (Foto: Istimewa)
Bogor -

Kabupaten Bogor berencana meningkatkan produksi bawang merah dan bawang putih. Sebelum memperluas lahan tanam, pemerintah daerah memilih untuk mempelajari pengalaman Kabupaten Majalengka, mulai dari teknik budi daya, penyiapan bibit, hingga pengelolaan hasil panen.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan pengalaman Majalengka akan menjadi referensi utama dalam menyusun rencana yang sesuai dengan kondisi geografis Bogor. Saat ini, data awal menunjukkan terdapat sekitar 10 kelompok tani dengan luas lahan kurang lebih 10 hektare yang sudah mulai membudidayakan bawang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini sebagai informasi awal bahwa kita sudah sedikit melangkah ke arah sana. Setelah melihat kondisi tadi, tentunya kita ingin tahu praktiknya dari Majalengka. Kita ingin berbagi dan mengetahui success story-nya seperti apa," kata Ajat dalam keterangan Pemkab Bogor, Jumat (25/9/2026).

Pelajaran dari Majalengka nantinya akan dipadukan dengan kajian lahan di Bogor. Menurut Ajat, bawang merah relatif dapat ditanam di berbagai wilayah, sedangkan bawang putih membutuhkan kondisi geografis khusus, terutama kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut.

ADVERTISEMENT

Oleh karena itu, Pemkab Bogor melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengkaji iklim, cuaca, dan kesesuaian tanah. Pemerintah daerah juga tengah memetakan status kepemilikan lahan yang dinilai cocok, apakah milik masyarakat, pemerintah daerah, atau PTPN.

"Kita ingin produksi bawang merah dan bawang putih di Kabupaten Bogor. Harapannya dari sisi produksi, pembibitan dan lainnya muncul analisa iklim, analisa cuaca, analisa lokasi tanah di mana yang cocok. Ternyata ada yang cocok, kemudian tanahnya tanah siapa, tanah PTPN, tanah Pemda atau tanah masyarakat," ujarnya.

Ajat melihat peluang pasar yang sangat besar di daerahnya. Dengan jumlah penduduk mencapai 6,1 juta jiwa, kebutuhan bawang merah dan bawang putih di Kabupaten Bogor tergolong tinggi. Namun, realisasi peningkatan produksi lokal ini masih bergantung pada hasil pemetaan lahan dan metode budidaya yang tepat.

Jika potensi tersebut sudah terpetakan dengan jelas, Bogor akan menjajaki bentuk kerja sama konkret dengan Majalengka.

"Kalau sudah ketemu, ya sudah kita kerja sama saja dulu dengan Majalengka. Apa yang bisa dikerjasamakan. Itu yang tujuannya bisa dipahami," kata Ajat.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads