Muncul Blue Fire di Gunung Papandayan, Aktivitas Pendakian Dibatasi

Muncul Blue Fire di Gunung Papandayan, Aktivitas Pendakian Dibatasi

Hakim Ghani - detikJabar
Jumat, 25 Sep 2026 17:30 WIB
Gunung Papandayan
Gunung Papandayan (Foto: Hakim Ghani/detikJabar)
Garut -

Fenomena api biru, atau blue fire terpantau di sejumlah titik kawah Gunung Papandayan, Garut. Akibatnya, aktivitas wisata maupun pendakian di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan dibatasi mulai hari ini.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat Vitriana Yulalita menuturkan, untuk sementara waktu, dilakukan pembatasan kunjungan di TWA Papandayan.

"Untuk sementara waktu, dilakukan pembatasan pengunjung hingga ke Pos 4," ungkap Vitriana kepada wartawan, Jumat, (25/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan pengamatan Badan Geologi pada hari Rabu, (23/9) lalu, didapati adanya nyala biru keunguan, di beberapa titik kawah Gunung Papandayan, dengan sebaran yang cukup luas.

ADVERTISEMENT

Sehari kemudian, tepatnya pada Kamis, (24/9) kemarin, nyala api terlihat lebih sedikit dan lebih terkonsentrasi, dengan warna biru keputihan. Nyala tersebut diinterpretasikan sebagai fenomena blue fire yang berkaitan dengan pembakaran belerang di area solfatara.

Menurut Vitriana, saat ini pihaknya dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Pengelola TWA Gunung Papandayan tengah melaksanakan pengecekan untuk memastikan keamanan gunung.

"Menurut PVMBG, terdapat potensi bahaya dengan kemunculan blue fire. Yakni semburan gas dan paparan gas vulkanik beracun di atas ambang batas," ungkap Vitriana.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka aktivitas wisata dan pendakian di TWA Papandayan dibatasi untuk sementara waktu, untuk kepentingan keamanan, kata Vitriana.

Sementara Aminta Kaban, Pengelola TWA Papandayan menuturkan, meskipun pendakian menuju puncak TWA Papandayan disetop untuk sementara waktu, namun masyarakat masih tetap bisa berwisata di area aman.

"Betul (dilakukan pembatasan). Tapi kalau untuk camping di area landscape, masih dibuka," ucap Amin kepada detikJabar, Jumat.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads