Faisal Weskurni kini sudah tiba di kediamannya. Sepekan lalu, ia baru saja mengalami kejadian yang belum bisa dilupakan saat menempuh perjalanan menuju Kalimantan Tengah demi bekerja di perantauan.
Pemuda 25 tahun asal Kampung Parakan Tolok, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu penumpang selamat dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang tenggelam pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 01.30 WITA di perairan Laut Jawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faisal terdaftar di dalam manifes kapal yang mengangkut 243 penumpang. 121 orang telah ditemukan, dengan rincian 108 orang selamat, 13 orang dinyatakan meninggal, dan 122 lainnya masih dalam pencarian.
Faisal bercerita sebelum kapal tenggelam, ia mendengar ada suara ledakan. Tidak lama berselang, kapal tiba-tiba menjadi miring dan situasi di dalam kapal menjadi gelap. Kondisi tersebut membuat para penumpang panik.
"Jadi sebelum kejadian saya sempat dengar ada suara ledakan gitu cuma enggak tahu darimana. Setelah itu, kapal tiba-tiba jadi miring dan bagian dalam langsung gelap," kata Faisal saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).
Saat itu, Faisal sedang merokok di luar kapal. Di tengah kepanikan setelah mendengar suara ledakan dari sisi kiri kapal, ia bergegas mencari pelampung untuk menyelamatkan diri. Ia terus berlari menuju ke bagian atas kapal.
"Saya langsung cari pelampung, kondisi waktu itu semua panik. Apalagi laut lagi berombak,.ya sekitar 2,5 sampai 3 meter. Kalau cuaca memang cerah, enggak ada hujan sama sekali," kata Faisal.
Tak cuma Faisal seorang, namun semua penumpang berpacu dengan waktu. Kapal yang terus miring berpotensi menarik mereka ke dalam laut yang tidak tenang. Ia menyaksikan bagaimana sebagian penumpang menyelamatkan diri sementara sebagian lagi tercebur ke dalam air.
"Banyak orang-orang yang minta tolong, saya lihat juah banyak yang mulai kecebur. Di dalam itu masih ada yang tidur, jadi kita juga kebigungan," kata Faisal.
Waktu semakin menipis, sementara badan kapal terus tertarik ke dalam laut. Ia dan penumpang lain mengapung di atas air, menyelamatkan diri dengan memegang benda apa pun yang bisa diraih agar tetap mengapung.
"Sekitar 5 jam lah terombang-ambing di laut, terus datang kapal tongkan dan saya diselamatkan. Di situ, masih menunggu sekitar 5 jam lagi karena kapal terus menyelamatkan penumpang lainnya," kata Faisal.
Kini Faisal sudah berkumpul lagi dengan anak dan istrinya di kampung halaman. Ia sudah berkomunikasi juga dengan perusahaan tempatnya hendak bekerja bahwa ia batal bertolak ke Kalimantan Tengah.
"Sudah bilang, mau pulang dulu sebelum ke Kalimantan Tengah. Mau istirahat dulu saja," tutur Faisal.
Simak Video "Video: Sederet Fakta Kecelakaan Kapal AL Meksiko di AS Berujung 2 Tewas"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
