Kota Bandung akhir pekan lalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain berwisata, ada momen ajang lari nasional bertajuk Pocari Run 2026. Ajang ini pun diprediksi membawa animo kunjungan hingga 70 ribu orang. Namun dampaknya, timbulan sampah di Kota Bandung selama akhir pekan lalu tercatat mencapai 20 ton.
"Sampah itu dua hari ini, ya. Kalau dari event Pocari saja, itu mendekati 20 ton," kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Senin (21/9/2026).
Meski demikian, Farhan memastikan timbulan sampah itu bisa langsung diatasi. Penyelenggara memiliki tim pengolahan, begitu juga dengan Pemkot Bandung yang menerjunkan petugas bebersih di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang terbuang ke Sarimukti hanya plastik low value, plastik high value-nya kepakai. High value itu yang bisa didaur ulang, sedangkan yang low value tidak bisa didaur ulang," ungkapnya.
Ajang Pocari Run juga membuat Pemkot Bandung segera mengevaluasi fasilitas di jalan raya. Sebab, berdasarkan temuan yang diterima Farhan, ruas jalan dari Wastukencana ke Pajajaran belum didukung fasilitas penerangan yang memadai.
"Kemudian titik jalan dari Jalan Citarum belok kanan ke arah Supratman juga masih kurang terang benderang, jadi itu akan kita jadikan evaluasi untuk pemulihan transportasi untuk Kota Bandung," ujarnya.
"Selebihnya, saya akan menyampaikan beberapa proposal kepada Pocari sebagai pemilik brand untuk kerja sama-kerja sama berikutnya, terutama untuk Pocari Run 2027," pungkasnya.
(iqk/iqk)
