Hujan tak kunjung membasahi tanah kering di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sepanjang musim kemarau kali ini. Akibatnya, warga mulai terdampak krisis air bersih.
Pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan upaya teknis berupa penyaluran air bersih ke wilayah terdampak, tetapi juga melakukan ikhtiar spiritual dengan "mengetuk pintu langit".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ribuan warga di Desa Mandalamukti, Kecamatan Cikalongwetan, Bandung Barat, berkumpul untuk menengadahkan tangan seraya memanjatkan doa agar Yang Maha Kuasa menurunkan rahmat-Nya dalam bentuk hujan.
"Atas nama Bapak Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail dan kami menyampaikan rasa haru atas pelaksanaan Salat Istisqo. Ini adalah wujud kerendahan hati kita di hadapan Allah SWT, memohon agar diturunkan hujan yang membawa keberkahan, kesuburan, serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Bandung Barat," ujar Wakil Bupati Asep Ismail, Selasa (15/9/2026).
Asep Ismail menekankan pentingnya ikhtiar batiniah melalui doa bersama, di samping upaya teknis pemerintah daerah dalam mengatasi krisis air bersih selama musim kemarau.
"Ini merupakan ikhtiar bersama, bukan hanya pemerintah saja. Semoga melalui doa yang kita panjatkan kali ini, Allah SWT menurunkan rahmatnya lewat hujan yang membawa keberkahan," kata Asep.
Wakil Bupati Asep Ismail juga mengapresiasi sinergitas yang terjalin erat antara MUI KBB, Kementerian Agama KBB, unsur Forkopimcam Cikalongwetan, para ulama, serta lembaga pendidikan dalam menggerakkan ribuan santri dan pelajar se-Kecamatan Cikalongwetan untuk mendoakan kebaikan daerah.
"Tak hanya khusus soal permintaan menurunkan hujan, doa bersama yang kita panjatkan juga agar keberkahan, kebaikan, dan kemajuan selalu menaungi Bandung Barat di bawah kepemimpinan Pak Bupati Jeje Ritchie Ismail," ujar Asep.
(iqk/iqk)
