Penjelasan BRIN soal Fenomena Bulan Sabit dan Venus di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Senin, 14 Sep 2026 21:25 WIB
Fenomena bulan sabit bersanding cahaya terang di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Fenomena langit malam berupa bulan sabit yang tampak berdampingan dengan sebuah titik cahaya terang di langit Sukabumi akhirnya terjawab. Titik putih bersinar terang yang sempat memantik rasa penasaran warga tersebut dipastikan merupakan planet Venus alias Bintang Kejora.

Hal itu diungkapkan oleh Peneliti Astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin. Ia memastikan benda langit yang terlihat bersanding dengan bulan sabit tersebut adalah Venus.

"Itu bulan sabit dan planet Venus (bintang Kejora)," kata Thomas saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026) malam.

Thomas menjelaskan, peristiwa tersebut sejatinya merupakan dinamika langit yang normal, kendati momen pertemuannya memang tergolong langka disaksikan secara kasat mata.

"Itu fenomena biasa, hanya jarang terjadi," jelas Thomas.

Menurutnya, Bulan dan planet-planet di tata surya bergerak mengitari poros edar yang relatif sejajar. Hal ini memungkinkan terjadinya pertemuan visual antarbenda langit jika dilihat dari sudut pandang pengamat di Bumi.

"Bulan dan planet-planet mengorbit hampir satu bidang, atau di langit hampir satu garis. Jadi suatu saat akan tampak berdekatan atau bulan menutup planet," terangnya.

Menariknya, pemandangan yang terlihat di langit Jawa Barat berbeda dengan sejumlah daerah lain di Indonesia. Menurut Thomas, di belahan wilayah barat Indonesia, peristiwa ini bahkan berlanjut hingga fase tertutupnya Venus oleh bayangan Bulan.

"Di wilayah Sumatera terlihat okultasi, yaitu planet Venus tertutupi bulan beberapa saat," imbuhnya.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya pertanda alam tertentu atau kaitan mistis di balik fenomena langka tersebut, Thomas menegaskan tidak ada hal semacam itu. Ia mengibaratkan peristiwa ini layaknya pemandangan lalu lintas kendaraan di jalan raya dari sudut pandang pengamat.

"Tidak ada. Itu hanya ketampakan. Ibaratnya kita melihat kendaraan di jalan raya dari tepi jalan. Kadang melihat truk dan sedan berdekatan, lalu truk menutup sedan. Itu bisa terjadi pada semua kendaraan," tegas Thomas.

"Seperti itu pula ketampakan iring-iringan bulan dan planet-planet di langit," pungkasnya.

Sebelumnya, fenomena ini sempat menyedot perhatian dan membuat heboh warga di wilayah Sukabumi, mulai dari kawasan perbukitan hingga pesisir Palabuhanratu dan Kecamatan Simpenan.

Warga sempat dibuat takjub sekaligus penasaran lantaran formasi Bulan sabit dan titik cahaya itu tampak begitu presisi dan bersinar sangat mencolok di langit barat.




(sya/orb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork