Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mulai Menipis di Bandung Raya

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mulai Menipis di Bandung Raya

Bima Bagaskara - detikJabar
Senin, 07 Sep 2026 17:27 WIB
Ilustrasi musim kemarau
Ilustrasi langit. (Foto: Engin Akyurt/Pexels)
Bandung -

Abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang sempat menyelimuti Bandung Raya mulai berkurang pada Senin (7/9/2026). Namun, kondisi itu bukan alasan bagi masyarakat untuk lengah.

BMKG Kelas I Bandung memastikan sebaran abu vulkanik yang terpantau di Bandung mulai menurun berdasarkan paper test volcanic ash. Kondisi kualitas udara pun mulai membaik, meski pemantauan masih terus dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk pantauan kami pada hari ini, pada paper test volcanic ash, terpantau jumlah abu vulkanik yang kami lihat itu sudah mulai berkurang. Namun masih kami pantau untuk ke depannya," ujar Forecaster BMKG Kelas I Bandung, Mia Fadila.

Perbaikan kualitas udara di Bandung mulai terlihat. Meski demikian, BMKG belum bisa memastikan kondisi tersebut akan bertahan karena pergerakan abu sangat bergantung pada dinamika cuaca, terutama arah dan kecepatan angin.

ADVERTISEMENT

"Untuk kualitas udara sendiri, untuk kami lihat saat ini sudah mulai membaik, hanya masih dipantau untuk ke depannya," katanya.

Bandung Mulai Bersih, Sukabumi-Bogor Masih Merasakan Abu

Penurunan sebaran abu tidak terjadi secara merata di seluruh Jawa Barat. Saat Bandung mulai mengalami pengurangan, abu vulkanik masih dirasakan di wilayah Jawa Barat bagian barat, terutama di wilayah Sukabumi dan Bogor.

"Untuk wilayah Bandung sendiri sudah mulai berkurang, namun untuk Jawa Barat bagian barat, terutama Sukabumi dan Bogor itu masih dirasakan," ucap Mia.

BMKG mencatat pada Senin pagi abu vulkanik bergerak ke arah barat dan barat daya. Pola tersebut dipengaruhi angin yang secara umum bertiup dari timur hingga tenggara.

"Untuk abu sendiri terpantau pada pagi hari ini itu arahnya menuju barat dan barat daya karena angin umumnya bertiup dari arah timur hingga tenggara," ujarnya.

Mia mengatakan abu vulkanik umumnya dapat bertahan selama satu hingga dua hari setelah erupsi gunung api. Namun, BMKG belum dapat memastikan kapan kondisi tersebut benar-benar berakhir.

"Abu vulkanik sendiri itu biasanya bertahan satu sampai dua hari ke depan, namun untuk ke depannya masih dilihat lagi perkembangannya karena dipengaruhi oleh faktor-faktor cuaca terutama arah dan kecepatan angin," kata Mia.

Laporan dari masyarakat juga masih mengalir pada Senin pagi. Warga masih merasakan keberadaan abu vulkanik, tetapi intensitasnya disebut tidak lagi sepekat sehari sebelumnya.

"Kalau dari masyarakat sendiri yang kami terima, masyarakat masih merasakan abu vulkanik pada pagi ini, namun sudah mulai berkurang tidak sepekat kemarin," tuturnya.

Angin Jadi Faktor Utama

Cuaca panas yang terjadi di Bandung Raya bukan faktor utama dalam menentukan penyebaran abu vulkanik. BMKG menyebut arah dan kecepatan angin menjadi faktor yang lebih menentukan.

"Kalau untuk cuaca panas sendiri itu kurang berpengaruh, namun yang lebih berpengaruh itu arah dan kecepatan angin karena partikel-partikel debu tersebut dibawa sebarannya oleh angin," jelas Mia.

Untuk Bandung Raya, kecepatan angin rata-rata saat ini berada di kisaran dua hingga enam knot.

"Untuk rata-rata itu sekitar dua sampai enam knot," katanya.

Masker dan Kacamata Tetap Wajib

Di tengah kondisi yang mulai membaik, BMKG meminta masyarakat tidak buru-buru menganggap situasi sudah sepenuhnya aman dari paparan abu vulkanik.

Masyarakat tetap diminta waspada, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. Masker dan kacamata disarankan tetap digunakan untuk mengurangi paparan partikel abu vulkanik.

"Kami imbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tetap waspada, dan menggunakan masker serta kacamata untuk beraktivitas di luar ruangan karena partikel-partikel debu vulkanik tersebut cukup tajam," pungkasnya.

(bba/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads