Manajemen Bandung Zoo mulai menyusun langkah mitigasi menyusul laporan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menjangkau wilayah Bandung dan sekitarnya. Upaya ini dilakukan guna melindungi kesehatan ratusan koleksi satwa dari potensi dampak buruk paparan material vulkanik.
Perwakilan Forum Pekerja Bandung Zoo, Rohmat, menyatakan bahwa hingga Senin (7/9/2026), dampak abu di area kebun binatang belum terlihat signifikan. Keberadaan vegetasi yang rimbun di kawasan tersebut dinilai menjadi penyaring alami yang efektif.
"Ya, sampai saat ini sih sebetulnya untuk Bandung tuh belum begitu terasa ya terkait paparan dari abu vulkanik. Nah, terutama sih di Bandung Zoo ya, karena di Bandung Zoo tuh banyak pepohonan, mungkin masih banyak tersaring sama pepohonan ya," kata Rohmat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pengamatan di lapangan, pepohonan di kawasan Bandung Zoo masih tampak hijau segar dan belum menunjukkan tanda-tanda tertutup debu vulkanik.
"Tadi saya melihat di beberapa pohon juga masih kelihatan hijau, belum ada abu yang istilahnya berterbangan lah gitu ya. Ya sampai saat ini sih kita belum melihat terkait dengan adanya paparan abu vulkanik," ungkapnya.
Meski kondisi saat ini masih terkendali, pihak pengelola telah menyiapkan skenario jika intensitas hujan abu meningkat. Salah satu langkahnya adalah membatasi aktivitas satwa di area pameran (display) dan mengarahkannya ke kandang dalam.
"Tapi, kemungkinan nih seandainya paparannya lebih kental atau lebih banyak lagi, mungkin ada beberapa perlakuan yang akan kita siapkan. Mungkin ada beberapa satwa yang memang untuk jenis satwa yang di kandang peragakan dan ada kandang malamnya, mungkin tidak dikeluarkan, begitu ya. Jadi mereka mungkin beberapa saat berada di kamar tidur lah atau di holding ya, gitu. Plus makan dan minum juga di sana," jelas Rohmat.
Kendala muncul pada satwa dengan kandang terbuka, seperti buaya, yang sulit untuk direlokasi secara mendadak. Sementara untuk kelompok burung, pengelola berencana memasang pelindung tambahan pada kandang guna meminimalkan masuknya abu.
"Nah, untuk beberapa satwa seperti buaya susah juga ya karena mereka kandangnya terbuka, mungkin belum ada antisipasi. Nah, kalau untuk jenis-jenis burung, mungkin kalau abu vulkaniknya sudah melewati ambang batas mungkin akan kita tutup dengan berbagai upaya, bisa pakai tirai atau mungkin plastik, ya begitu. Mungkin itu aja sih antisipasi," terangnya.
Sejauh ini, aktivitas operasional dan para petugas di Bandung Zoo masih berjalan normal tanpa penggunaan masker khusus.
"Tapi sampai saat ini sih belum ada, kita juga karyawan masih normal-normal lah, nggak pakai masker, karena beberapa ini kan harus pakai masker," tambahnya.
Hingga saat ini, manajemen belum melakukan penyemprotan khusus untuk membersihkan sisa abu, namun tetap memprioritaskan prosedur biosecurity rutin di seluruh area kandang untuk menjaga kesehatan satwa.
