BMKG: Bandara Husein Positif Abu Vulkanik, Kertajati Aman dari Paparan

BMKG: Bandara Husein Positif Abu Vulkanik, Kertajati Aman dari Paparan

Wisma Putra - detikJabar
Minggu, 06 Sep 2026 22:28 WIB
Pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Garuda Indonesia mendarat di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/8/2026). PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) kembali melayani penerbangan komersial menggunakan pesawat jet berbadan sedang yang dioperasikan Garuda Indonesia dan Citilink di Bandara Husein Sastranegara dengan berbagai rute, seperti Medan, Pekanbaru, Padang, Batam, Pontianak, Makassar, dan Denpasar, sementara penerbangan internasional ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/kye
Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung (Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Bandung -

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap, Bandara Husein Sastranegara positif terpapar lontaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Sementara itu, Bandar Udara Internasional Jawa Barat Kertajati negatif paparan abu vulkanik. Hal itu disampaikan, Kepala Stasiun Meteorologi Kertajati, M. Syifaul Fuad.

"Hasil pengamatan lapangan menunjukkan adanya perbedaan kondisi antar bandara di wilayah Jawa Barat. Bandara Husein Sastranegara Bandung sebelumnya menunjukkan indikasi positif paparan abu vulkanik berdasarkan hasil paper test terakhir pada pukul 16.00 WIB," kata Fuad, Minggu (6/9/2026).

"Sementara itu, berdasarkan pengamatan berkala di Bandara Internasional Kertajati, termasuk hasil paper test, menunjukkan hasil negatif terhadap indikasi paparan abu vulkanik," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fuad menjelaskan, abu vulkanik sendiri merupakan salah satu potensi hazard atau bahaya serius bagi keselamatan penerbangan.

"Karena partikel abu dapat mengganggu kinerja mesin pesawat, menyebabkan abrasi pada kaca kokpit, serta mempengaruhi sejumlah instrumen dan sensor pesawat," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Oleh karena itu, perkembangan arah dan ketinggian sebaran abu vulkanik terus kami pantau secara intensif sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan navigasi udara.

Fuad sebut, jika kondisi belum kembali normal, penerbangan bisa dipindahkan ke Kertajati.

"Kertajati juga menjadi salah satu bandara alternatif yang disiapkan dalam menghadapi gangguan operasional penerbangan akibat sebaran abu vulkanik," ujarnya.

Stasiun Meteorologi Kertajati, menurut Fuad tetap melaksanakan pengamatan 24 jam dan berkoordinasi dengan beberapa stakeholder terkait untuk melakukan pemantauan secara berkelanjutan, mengingat dinamika arah angin dan sebaran abu vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu.

"Berdasarkan informasi citra satelit terakhir bahwasanya pada pukul 06.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebaran pertama, dari permukaan hingga ketinggian sekitar 15.000 kaki, teramati bergerak ke arah timur laut hingga selatan, yaitu mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya," tuturnya.

"Sementara itu, klaster sebaran kedua, dari permukaan hingga ketinggian sekitar 50.000 kaki, teramati sebaran abu vulkanik ke arah barat daya hingga barat laut, mencakup sebagian wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, Sumatra Barat, Selat Sunda, serta Samudra Hindia di sebelah barat Sumatra dan Lampung," tambahnya.

BMKG menegaskan bahwa keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Adapun terkait dengan status operasional bandar udara dapat berubah sesuai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, kondisi sebaran abu vulkanik, hasil pengamatan lapangan, dan keputusan otoritas penerbangan yang berwenang.

(wip/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads