Daop 2 Pastikan Perjalanan KA Tidak Terdampak Erupsi

Wisma Putra - detikJabar
Minggu, 06 Sep 2026 15:14 WIB
Ilustrasi kereta api. (Foto: Getty Images/SUMAR TOYO)
Bandung -

Penerbangan Bandara Husein Sastranegara dihentikan sementara akibat dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Dalam hal ini, delapan penerbangan ke sejumlah kota tertunda.

Sementara itu, untuk perjalanan kereta api di wilayah Daop 2 Bandung, PT Kereta Api Indonesia memastikan operasional perjalanan kereta api maupun pelayanan pengguna jasa di stasiun-stasiun wilayah Daop 2 Bandung tetap beroperasi.

"KAI Daop 2 Bandung terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk BMKG, sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan perjalanan kereta api serta keamanan pengguna jasa," kata Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, Minggu (6/9/2026).

Kuswardojo mengungkapkan, hingga saat ini kondisi operasional perjalanan kereta api di wilayah Daop 2 Bandung berjalan normal dan tidak terdapat gangguan yang ditimbulkan oleh aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Kami memastikan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini tidak berdampak terhadap operasional perjalanan kereta api maupun pelayanan pengguna jasa di stasiun-stasiun wilayah Daop 2 Bandung. KAI terus melakukan monitoring terhadap perkembangan kondisi tersebut dan berkoordinasi dengan BMKG serta pihak terkait," ungkap Kuswardojo.

Kuswardojo menegaskan bahwa masyarakat, khususnya pengguna jasa kereta api, tidak perlu khawatir. KAI memiliki prosedur dan sistem pemantauan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan alam yang dapat memengaruhi keselamatan perjalanan kereta api.

"Keselamatan adalah prioritas utama KAI. Karena itu, apabila terdapat kondisi yang berpotensi membahayakan perjalanan, KAI tidak akan mengambil risiko dan segera menghentikan operasional KA saat itu juga," tegasnya.

"Sebagai contoh, apabila terjadi gangguan alam seperti gempa bumi, perjalanan kereta api segera dihentikan sementara untuk memberikan kesempatan kepada petugas melakukan pemeriksaan jalur, sarana dan prasarana kereta api, fasilitas operasional KA, dan bangunan stasiun maupun bangunan lain yakni jembatan dan terowongan KA" tambah Kuswardojo.

Menurutnya, penghentian sementara tersebut merupakan bagian dari langkah mitigasi untuk memastikan perjalanan kereta api dapat dilakukan dalam kondisi aman.

"Perjalanan KA akan dilanjutkan setelah dilakukan pemeriksaan dan dipastikan jalur, sarana dan prasarana kereta api berada dalam kondisi aman dan tidak terdampak gangguan alam. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir, karena setiap keputusan operasional KAI selalu mengedepankan aspek keselamatan," terangnya.

Kuswardojo mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi terkait perjalanan kereta api melalui kanal resmi KAI dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

KAI akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi lingkungan yang berpotensi memengaruhi perjalanan kereta api. Apabila terdapat perkembangan yang berdampak terhadap operasional, KAI akan segera menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat.

"Pada prinsipnya, KAI selalu siap melakukan langkah-langkah yang terkordinasi dengan baik dengan mengutamakan keselamatan apabila terdapat potensi gangguan yang mengancam keselamatan perjalanan KA. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi, dan mempercayakan aspek keselamatan perjalanan KA yang selalu menjadi fokus dalam operasional KAI," pungkasnya.




(wip/orb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork