Kebakaran maut melanda sebuah warung sembako sekaligus penjual bensin eceran di Kampung Cigadog, RT 001/001, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Minggu (6/9/2026) dini hari.
Pemilik warung, Ima Hermawan (41), tewas terpanggang akibat terjebak di dalam bangunan.
Petaka bermula sekitar pukul 03.25 WIB. Warga setempat, Usep (40) mengaku melihat kobaran api membesar dari dalam warung. Padahal, sekitar pukul 02.00 WIB warung tersebut terpantau sudah tutup rapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kaget melihat kobaran api, Usep langsung lari memberi tahu Cecep (55), mertua korban, sekaligus berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
"Saya mendengar ada suara orang berteriak minta tolong. Pas saya datang ke lokasi, kondisinya sudah terbakar begini. Kalau penyebabnya saya tidak tahu," kata Cecep.
Warga sempat berjibaku memadamkan kobaran api. Namun nahas, nyawa sang pemilik warung tak tertolong. Ima ditemukan tewas dengan luka bakar serius dalam posisi terlentang di dekat pintu samping bangunan.
Aparat kepolisian dari Polsek Simpenan bersama Tim Inafis dan Sat Reskrim Polres Sukabumi langsung meluncur ke lokasi untuk olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Simpenan AKP Bayu Sunarti menerangkan, dugaan sementara sumber api dipicu oleh korsleting listrik yang menyambar stok BBM di dalam warung.
"Dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik dan langsung menyambar BBM eceran yang disimpan di dalam warung," terang AKP Bayu.
Dari hasil olah TKP, polisi mendapati posisi pintu warung terkunci slot dari dalam. Petugas juga menemukan sejumlah jeriken dan botol bekas air mineral berisi bensin eceran yang tersimpan persis di samping kulkas. Di dalam warung itu turut terdapat peralatan elektronik lain seperti televisi dan blender.
Selain menelan satu korban jiwa, kebakaran bangunan berukuran sekitar 8x4 meter beserta isinya tersebut ditaksir menimbulkan kerugian materiel sekitar Rp 40 juta.
(sya/yum)
