Sebuah fenomena alam luar biasa baru saja terungkap. Ketika gunung es raksasa bernama A-84 terlepas dari lapisan es Antartika, para ilmuwan segera bergerak cepat menuju wilayah yang baru terbuka tersebut. Siapa sangka, di balik dinginnya lapisan es, tersimpan ekosistem laut yang selama ini tersembunyi rapat, mulai dari spons, karang, gurita, hingga laba-laba laut raksasa.
Gunung es A-84 ini diketahui pecah dari George VI Ice Shelf pada 13 Januari 2025. Ukurannya tidak main-main, mencapai 510 kilometer persegi atau setara dengan 80 persen luas wilayah Jakarta. Hanya berselang 12 hari setelah peristiwa itu, tim ilmuwan yang menumpangi kapal penelitian Falkor (too) berhasil mencapai dasar laut yang selama ini tertutup es abadi.
Untuk menjelajahi kawasan misterius tersebut, tim menggunakan robot bawah laut canggih bernama ROV SuBastian. Selama delapan hari penuh, robot yang dikendalikan dari jarak jauh ini merekam kondisi dasar laut hingga kedalaman 1.300 meter.
Hasilnya benar-benar di luar dugaan. Alih-alih menemukan dasar laut yang gersang dan tandus, kamera justru menangkap pemandangan komunitas organisme yang sangat padat. Spons dan karang berukuran besar tampak membentuk semacam 'hutan' bawah laut yang menjadi rumah bagi berbagai makhluk eksotis.
Di sana, hidup dengan tenang berbagai jenis gurita, ikan es, laba-laba laut raksasa, anemon, cacing, hingga bintang ular laut. Padahal, kawasan ini telah tertutup lapisan es setebal 150 meter dalam kurun waktu yang sangat lama.
Temuan ini pun memicu tanda tanya besar di kalangan peneliti: dari mana mereka mendapatkan makanan? Secara umum, ekosistem laut bergantung pada energi dari permukaan, di mana fitoplankton berfotosintesis dengan bantuan cahaya matahari. Namun, di bawah lapisan es Antartika yang tebal, cahaya matahari mustahil bisa menembus.
Simak Video "Video: Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Rekor Suhu Terpanas Pecah"
(mso/mso)