Ekosistem Misterius Antartika Terungkap Usai Gunung Es A-84 Lepas

Kabar Internasional

Ekosistem Misterius Antartika Terungkap Usai Gunung Es A-84 Lepas

Rachmatunisa - detikJabar
Jumat, 04 Sep 2026 06:00 WIB
The worlds largest iceberg, named A23a, is seen in Antarctica, January 14, 2024, in this picture obtained from social media.  Rob Suisted - http://naturespic.com/via REUTERS  THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. MANDATORY CREDIT.
Ilustrasi gunung es di Antartika (Foto: Rob Suisted via REUTERS).
Bandung -

Sebuah fenomena alam luar biasa baru saja terungkap. Ketika gunung es raksasa bernama A-84 terlepas dari lapisan es Antartika, para ilmuwan segera bergerak cepat menuju wilayah yang baru terbuka tersebut. Siapa sangka, di balik dinginnya lapisan es, tersimpan ekosistem laut yang selama ini tersembunyi rapat, mulai dari spons, karang, gurita, hingga laba-laba laut raksasa.

Gunung es A-84 ini diketahui pecah dari George VI Ice Shelf pada 13 Januari 2025. Ukurannya tidak main-main, mencapai 510 kilometer persegi atau setara dengan 80 persen luas wilayah Jakarta. Hanya berselang 12 hari setelah peristiwa itu, tim ilmuwan yang menumpangi kapal penelitian Falkor (too) berhasil mencapai dasar laut yang selama ini tertutup es abadi.

Untuk menjelajahi kawasan misterius tersebut, tim menggunakan robot bawah laut canggih bernama ROV SuBastian. Selama delapan hari penuh, robot yang dikendalikan dari jarak jauh ini merekam kondisi dasar laut hingga kedalaman 1.300 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasilnya benar-benar di luar dugaan. Alih-alih menemukan dasar laut yang gersang dan tandus, kamera justru menangkap pemandangan komunitas organisme yang sangat padat. Spons dan karang berukuran besar tampak membentuk semacam 'hutan' bawah laut yang menjadi rumah bagi berbagai makhluk eksotis.

Di sana, hidup dengan tenang berbagai jenis gurita, ikan es, laba-laba laut raksasa, anemon, cacing, hingga bintang ular laut. Padahal, kawasan ini telah tertutup lapisan es setebal 150 meter dalam kurun waktu yang sangat lama.

ADVERTISEMENT

Temuan ini pun memicu tanda tanya besar di kalangan peneliti: dari mana mereka mendapatkan makanan? Secara umum, ekosistem laut bergantung pada energi dari permukaan, di mana fitoplankton berfotosintesis dengan bantuan cahaya matahari. Namun, di bawah lapisan es Antartika yang tebal, cahaya matahari mustahil bisa menembus.

Kondisi ini membuat pasokan material organik dari permukaan terhalang total. Meski demikian, kehidupan di sana tetap berkembang pesat. Salah satu teori yang tengah diteliti adalah peran arus laut. Air laut yang bergerak di bawah lapisan es diduga kuat membawa oksigen, partikel organik, dan nutrisi dari wilayah lain yang lebih terbuka.

Tim peneliti memang menemukan indikasi adanya pergerakan air dan lelehan gletser di kawasan tersebut. Namun, mekanisme pasti bagaimana seluruh ekosistem ini memperoleh energi dan bertahan hidup masih menjadi teka-teki yang berusaha dipecahkan.

Dr Patricia Esquete dari University of Aveiro, Portugal, yang memimpin ekspedisi ini, mengaku sangat terkejut melihat pemandangan di dasar laut tersebut.

"Kami tidak menyangka akan menemukan ekosistem yang begitu indah dan berkembang pesat. Berdasarkan ukuran hewan-hewan tersebut, komunitas yang kami amati telah berada di sana selama puluhan tahun, mungkin bahkan ratusan tahun," ujarnya seperti dikutip dari ScienceBlog.

Artinya, ekosistem ini kemungkinan besar sudah eksis jauh sebelum gunung es A-84 terlepas. Lepasnya gunung es tersebut tidak menciptakan kehidupan baru, melainkan hanya membuka "pintu" bagi manusia untuk melihat dunia yang sudah lama ada di sana.

Para ilmuwan memperkirakan beberapa organisme yang ditemukan telah menghuni kawasan itu selama puluhan hingga ratusan tahun. Hal ini terlihat dari ukuran spons dan karang yang memang dikenal memiliki pertumbuhan yang sangat lambat.

Meski begitu, angka usia tersebut masih berupa perkiraan berdasarkan karakter pertumbuhan fisik organisme. Para peneliti belum menentukan usia pasti setiap hewan secara langsung. Jadi, temuan ini bukan berarti semua makhluk yang terlihat di sana otomatis telah hidup selama berabad-abad.

Artikel ini sudah tayang di detikInet, baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Rekor Suhu Terpanas Pecah"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads