Gletser Puncak Jaya Diprediksi Punah di Akhir 2026

Gletser Puncak Jaya Diprediksi Punah di Akhir 2026

Tim detikcom - detikJabar
Minggu, 12 Jul 2026 09:00 WIB
Gletser di Puncak Jaya terus menipis dan segera habis total (dok. BMKG)
Gletser di Puncak Jaya terus menipis dan segera habis total (dok. BMKG)
Bandung -

Indonesia terancam kehilangan satu-satunya es abadi di kawasan tropis. Pakar klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan lapisan es di Puncak Jaya, Papua, hilang sepenuhnya pada akhir 2026 atau awal 2027.

"Tidak lama lagi, Indonesia mungkin akan kehilangan es abadinya untuk selamanya," tulis BMKG dalam unggahan di Instagram, Minggu (5/7).

Menurut BMKG, penyusutan es di Puncak Jaya terjadi sangat cepat. Pada 1988, luas hamparan gletser tropis itu masih sekitar 4,3 kilometer persegi. Namun hingga September 2025, luasnya menyusut menjadi sekitar 0,09 kilometer persegi atau hanya sekitar 2 persen dari luas hampir empat dekade sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan hanya luasnya yang terus berkurang, ketebalan es juga menyusut drastis. Pada 2010, ketebalan es di titik pengukuran masih mencapai sekitar 32 meter. Angka tersebut turun menjadi sekitar 4 meter pada 2023, sementara pemantauan terbaru menunjukkan es di lokasi itu telah mencair sepenuhnya.

BMKG memperkirakan laju penipisan es sejak 2016 mencapai sekitar 2 hingga 2,5 meter per tahun. Penyusutan itu dipicu oleh kombinasi perubahan iklim global dan fenomena El Nino yang meningkatkan suhu udara serta membuat kondisi di Indonesia semakin kering.

ADVERTISEMENT

Hilangnya es di Puncak Jaya tidak hanya menjadi persoalan lingkungan. Bagi masyarakat adat Papua, gunung tersebut merupakan simbol budaya dan spiritual yang menyimpan warisan leluhur. Lenyapnya lapisan es berarti hilangnya bagian penting dari identitas mereka.

Dampaknya juga diperkirakan meluas ke ekosistem sekitar. Es pegunungan berperan menjaga keseimbangan siklus air di Papua. Jika terus mencair, ekosistem, habitat satwa liar, hingga lahan pertanian yang bergantung pada pasokan air dari pegunungan berpotensi terdampak.

BMKG menegaskan perubahan iklim di Puncak Jaya bukan lagi sekadar data dalam jurnal ilmiah, tetapi sudah terlihat nyata. Sejumlah peneliti pun memperkirakan es abadi di Papua kini hanya tinggal menghitung bulan sebelum benar-benar hilang untuk selamanya.

Artikel ini telah tayang di detikTravel

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads